Biografi

Kiai Munasir Bin Ali

Saturday, July 4, 2009 0:19 Posted:

KH Muhammad Achmad Sahal Mahfudz

Saturday, July 4, 2009 0:19 Posted:

Zainul Arifin

Saturday, July 4, 2009 0:19 Posted:

Pak Ud Sang "Jenderal Sejati"

Saturday, July 4, 2009 0:19 Posted:

Artikel

Resensi Buku

Membedah Cakrawala Gus Mus

Membedah Cakrawala Gus Mus

Judul buku : Gus Mus; Satu Rumah Seribu Pintu Penulis: Labibah Zain & Lathifatul Khuluq Penerbit: LkiS, Yogyakarta Cetakan: I, 2009 Tebal: xxiv + 290 Halaman Peresensi: Fuad Hasan*) Ibarat sebuah rumah, Gus Mus memiliki seribu pintu, setiap orang bisa masuk dan keluar darimana pun ia suka. (Hamdy Salad). KH Mustofa Bisri (Gus Mus) ini, merupakan sosok seorang yang kompleks dalam berbagai bidang keilmuan. Selain kepak sayap kecerdasannya sebagai ulama penegak Syari’at Islam, Gus Mus juga seorang yang berkompeten dalam bidang intelektual, jurnalistik, kebudayaan, serta kesusastraan.

Gerakan Agama dalam Pembebasan

Gerakan Agama dalam Pembebasan

Judul Buku: Teologi Pembebasan Penulis: Francis Wahono Nitiprawiro Penerbit: LKiS, Yogyakarta Cetakan: I, 2009 Tebal: lxxx + 228 halaman Peresensi: Eko Sulistiyo *) Teologi pembebasan merupakan bagian dari seruan agama untuk membela keadilan dan kesejahteraan umat manusia. Mulai sejak lahir, gerakan ini dirancang untuk mengkritisi model pembangunan yang dilakukan oleh negara dan dibentengi oleh institusi kuat, yakni militer dan agama, yang semata-mata untuk melegitimasi kepentingan negara. Dari sanalah gerakan ini bermula, yang bertujuan untuk meng-counter balik terhadap ideologi yang merusak tatanan kehidupam masyarakat.

Tahlil: Haruskah Dikontroversialkan (Lagi)?

Tahlil: Haruskah Dikontroversialkan (Lagi)?

Judul Buku: Tahlil dan Kenduri; Tradisi Santri dan Kyai Penulis : H.M. Madchan Anies Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta Cetakan : 1, Februari 2009 Tebal : xii + 180 halaman Peresensi: Umniyyah Lathifah*) Tradisi tahlil sudah mengakar dalam kehidupan masyarakat, khususnya bagi umat Islam warga Nahdliyyin. Biasanya, kegiatan tahlil ini dilaksanakan ketika ada acara kematian yang biasanya digelar pada hari ke-7, 40, 100, dan 1000 bahkan setiap tahun dari kematiaannya. Salah satu tujuan “tahlilan” adalah sebagai sarana untuk mengirimkan do’a kepada si mayat agar kelak mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Di Indonesia, tradisi tahlil berkembang cukup pesat dan semakin meluas. Tradisi tahlil, jarang (baca: sulit) dijumpai di negara lain. Mengapa demikian? Di antara yang menjadi faktor tradisi tahlil dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat Indonesia adalah disebabkan asal mula tahlil berangkat dari akulturasi ajaran Islam dengan budaya Jawa yang bernuansa Hindu-Budha. Hal ini dapat dimaklumi, karena salah satu dari metodologi yang ditempuh ulama’ wali sanga dalam menyampaikan dakwah islamiyah adalah dengan pendekatan akulturasi, di antaranya adalah yang dipraktikkan Sunan Kalijaga yang lebih dikenal sebagai budayawan.

Search the Site


Album Foto

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         foto2-hernoe.jpg undangan2-hernboe.jpg OLYMPUS DIGITAL CAMERA