Ada yang dorong Konbes NU bahas agenda politik
Surabaya, [GP-Ansor] : Sejumlah kiai secara informal mulai mewacanakan pendirian partai baru dalam Konferensi Besar [Konbes] dan Musyawarah Nasional [Munas] Alim Ulama Ulama NU, yang akan digelar di Asrama haji, Sukolilo, Surabaya, 28-30 JUli 2006 dan akan dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Memang ada sejumlah kiai yang khawatir dengan konflik PKB yang tak bisa diselesaikan sampai sekarang,”
Demikian dikatakan Ketua PW NU Jawa Timur, KH Ali Maschan Moesa saat dihubungi gp.ansor.org, 27 Juli 2006. Dia menambahkan kekhawatiran para kiai yang peduli dengan PKB itu, didasarkan karena proses pengadilan yang sudah berjalan satu tahun ini belum menemukan titik terang.
Menurut Ali Maschan yang juga Ketua Panitia Lokal, memang tidak salah juga pemerintah, karena pemerintah tidak boleh ikut campur soal internal partai. Tapi kalau PKB tidak bisa selesai, maka ada kesan pemerintah sengaja membiarkan PKB bermasalah. Hingga tidak bisa ikut pemilu 2009. “Ini sudah injure time belum ada titik temu di PKB,” katanya.
Namun, kata Kakak Kandung Ali Masykur Musa ini, dirinya tidak yakin kalau wacana pendirian partai baru itu bisa masuk agenda resmi Konbes dan Munas Alim Ulama tersebut. “Yang ada sekarang ini para kiai cuma rasan-rasan saja [bicara informal]. Sebab Konbes dan Munas NU ini tekanan agendanya membahas evaluasi program PBNU dan masalah sosial,”katanya.
Saat ditanya bagaimana kalau peserta yang mayoritas para kiai tersebut mendesak Konbes dan Munas ini untuk mendirikan partai baru, Ali Maschan tak bisa berkomentar. “Ya kita lihat saja ke depan. Tapi institusi NU tidak bisa melahirkan partai, kalau pribadi-pribadi bisa,”ujarnya.
Yang jelas, kata Dosen Institut Agama Islam Negeri [IAIN] Sunan Ampel, Surabaya ini, tidak ada agenda capres dan cawapres 2009 dalam Konbes ini. Karena PBNU bukan lembaga politik. Meski memang dalam beberapa kali pengalaman PBNU menjadi ajang tarik menarik para parpol.
Lebih jauh lanjut Ali, agenda lainnya yang juga mewarnai pembahasan di Konbes dan Munas ini, antara lain soal posisi NU yang sudah menganggap final masalah NKRI dan Pancasila. Masalahnya sekarang ini ada upaya yang sangat kuat untuk membawa falsafah Syariat Islam. bahkan mengarah pada pendirian negara Islam. “Buat NU masalah itu sudah selesai,”tambahnya.
Rencananya Konbes dan Munas ini akan dihadiri 250-an kiai dari 34 Pimpinan Wilayah NU se Indonesia, ditambah para utusan dan peninjau, sehingga diperkirakan total peserta dan undangan mencapai 2000-an. [eko]

