Jajak Pendapat

Menurut Anda, siapakah tokoh-tokoh berikut ini yang paling layak memimpin PBNU Periode 2010-2015?

View Results

Statistik

Forum Pemuda Balikpapan Mengutuk Bom Bunuh Diri

Rabu, 22 Juli 2009 13:54

Bantah Foto SBY dari Kaltim, Balikpapan Bukan Sarangnya Teroris

Balikpapan (Ansor Online): Para Ketua organisasi kepemudaan, ormas dan paguyuban di Balikpapan, Selasa (21/7) sore kemarin berkumpul di gedung Graha Pemuda. Bukan hanya kongkow-kongkow biasa, ini demi menjaga Balikpapan dan Kaltim pada umumnya tetap dalam suasana kondusif dan masyarakatnya tetap aman tidak terpancing isu-isu terkait dengan kasus teror bom bunuh diri yang terjadi di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jumat (17/7) pagi lalu.

Pasca peledakan bom itu, Balikpapan memang menjadi salah satu sorotan media nasional dan internasional setelah Presiden SBY merilis foto-foto latihan teroris yang menjadikan foto dirinya sasaran tembak. SBY mengklaim foto-foto itu didapat dari Kaltim, 5 Mei 2009 lalu. Ditambah lagi, tiga kali kejadian tersangka teroris lari dan bersembunyi di Balikpapan sehingga mengesankan kota ini sarangnya teroris.

Inilah yang disikapi tegas oleh forum pemuda. Dalam pertemuan itu ada Ketua DPD KNPI Balikpapan Ir Muhaimin MT, Ketua Forum Bersama Laskar Merah Putih M Arsyad Cannu, Ketua GP Ansor Balikpapan M Rafi’i, pengurus Solidaritas Dayak Bersatu Gabriel SH, unsur pemuda calon DPRD Balikpapan terpilih Andi Welli, pengurus Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak) Fahmi, Ketua Kerukunan Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (KPMKT) Cabang Balikpapan M Hasbi, Ketua Koti PP Balikpapan Songkal Nababan dan pengurus Laskar Antasari Ari Fadilah.

Dalam pertemuan itu, forum pemuda kompak mengutuk aksi bom bunuh diri yang telah menewaskan 9 orang dan 53 luka-luka termasuk WNA. “Kami segenap ormas dan pemuda Balikpapan dan Kaltim harus menyikapi kejadian pengeboman yang menewaskan 9 orang dan 53 luka-luka. Kami sepakat mengutuk keras aksi bom bunuh diri tersebut. Mengenai foto-foto latihan teroris yang menembak foto presiden SBY, kami tidak yakin berasal dari Kaltim,” kata Arsyad Cannu membuka pernyataan sikap.

Gabriel pun mendukung pernyataan Arsyad Cannu. “Kami juga sepakat mengutuk aksi pengeboman itu. Tidak ada alasan pembenar perbuatan tersebut,” ucapnya.

“Kami juga sepakat. Dari sisi penegakan hukum, teroris harus dihukum mati karena perbuatannya meresahkan masyarakat dan merusak negara. Aparat hukum yakni TNI dan Polri bekerja sama mengejar dan menangkap pelaku teroris lainnya. Tidak ada satu pun agama yang mengajarkan terorisme,” kata Rafi’i menambahkan.

Sementara itu, Hasbi menyatakan bahwa rilis yang disampaikan oleh Presiden SBY terkait foto-foto bisa merusak citra Balikpapan dan Kaltim umumnya di mata dunia. Ditambah lagi tiga kali pelaku teror lari dan bersembunyi di Balikpapan seolah mengesankan bahwa Balikpapan adalah sarangnya teroris. Karena itulah, Hasbi menegaskan bahwa foto-foto latihan teroris itu bukan dari Balikpapan atau Kaltim.

“Ini yang harus diluruskan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan internasional. Itu bukan foto-foto latihan di Balikpapan. Itu foto yang dibawa oleh tersangka Abu Zar, pelaku teror pelarian dari Ambon yang ditangkap polisi beberapa waktu lalu. Latihannya tidak di Balikpapan atau Kaltim. Dan kami menegaskan bahwa Balikpapan dan Kaltim bukan sarangnya teroris. Kota Balikpapan memang terbuka untuk siapa saja, tapi bukan teroris,” kata Hasbi.

“Betul, foto latihan perang itu bukan dari Kaltim. Kaltim dan Balikpapan bukan sarangnya teroris,” imbuh Arsyad Cannu.

Andy Welli yang sebentar lagi dilantik anggota DPRD Balikpapan menambahkan, jaringan teroris harus dibongkar habis. Selama jaringan itu belum habis, teror akan terus terjadi menghantui masyarakat Balikpapan.

“Ini sungguh memprihatinkan. Dulu yang dikenal pelaku bom bunuh diri dari Libia, sekarang Indonesia juga terkenal dengan bom bunuh diri. Tidak ada kata lain selain mengutuk keras pelaku terror bom,” katanya.

Di bagian akhir, Muhaimin mengatakan, seluruh elemen pemuda di Balikpapan akan berperan aktif memberikan informasi terkait dengan aksi terorisme sebagai bentuk turut serta memberantas kejahatan teror. Muhaimin juga menyinggung aparat pemerintahan agar meningkatkan pengawasan terhadap mobilitas penduduk di Balikpapan.

“Kita punya menejemen kependudukan yang bagus. Karena itulah, pelaksanaan pengawasan penduduk lebih ditingkatkan. Bagi aparat pemerintah terkecil yakni RT, supaya lebih peduli dan waspada terhadap penduduk di sekitarnya. Kalau ada penduduk yang mencurigakan segera laporkan ke aparat berwajib. Dana operasoinal (DO) yang diberikan kepada Ketua RT hendaknya memicu untuk lebih peduli kepada lingkungannya. Silakan datang ke Balikpapan, tapi untuk berkarya demi kemajuan, bukan untuk melakukan teror. Kami tegaskan lagi, ini forum silaturahmi yang sepakat mengutuk keras aksi pengeboman,” ujar Muhaimin. (metrobalikpapan.co.id)

Berita, Berita Dari Sahabat Selengkapnya

  1. Tidak ada komentar.
  1. Tidak ada pelacakan.