Jajak Pendapat

Menurut Anda, siapakah tokoh-tokoh berikut ini yang paling layak memimpin PBNU Periode 2010-2015?

View Results

Statistik

Gus Ipul: Budaya Religius Madura Harus Dipertahankan!

Sabtu, 4 Juli 2009 0:19

Surabaya (Ansor Online): Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kembali mengingatkan pentingnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura pasca diresmikannya Jembatan Suramadu.

Meskipun demikian, pemerintah harus tetap memberikan rambu-rambu agar industrialisasi di Madura tetap mempertahankan budaya masyarakat Madura yang religius.

“Kami sangat setuju adanya upaya memajukan masyarakat Jatim, khususnya di Madura. Tetapi budaya Madura harus tetap dipertahankan. Sebab ada budaya khas di Madura, yakni hubungan antara kyai dan santri yang sangat kuat,” kata Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf saat membuka pameran lukisan Surabaya-Madura karya Nono Karyono dan Abdul Qodir, di pusat Pertokoan City Of Tomorrow, Jumat (3/7/2009).

Menurut Gus Ipul, pasca diresmikan jembatan Suramadu pada 10 Mei 2009 lalu, dipastikan akan membuka jendela ekonomi masyarakat Madura. Pihaknya yakin akan banyak investor yang masuk ke Pulau Garam tersebut untuk mendirikan industri, infrastruktur dan perumahan. “Tetapi sejak awal kita sudah beri rambu-rambu agar budaya Madura tetap dipertahankan,” paparnya.

Tentang pameran lukisan Suramadu, tambah Gus Ipul, terbersit suatu semangat keragaman budaya masyarakat Surabaya dan Madura yang disatukan dengan jembatan Suramadu. “Bahkan berbagai lukisan ini sudah dibuat sejak Suramadu belum dibangun tahun 1997 lalu. Ini menunjukkan bahwa mimpi telah menjadi kenyataan,” paparnya.

Sementara itu, Nono Karyono merasa bangga bahwa lukisan Suramadu yang dibuat sejak tahun 1997 lalu akhirnya menjadi kenyataan, yakni jembatan Suramadu benar-benar berdiri tegak di atas selat Madura. “Jadi kami tidak sia-sia melukis Suramadu. Karena itu pameran ini sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas diresmikannya jembatan Suramadu,” kata Nono Karyono. [bj]

Berita Selengkapnya

  1. Tidak ada komentar.
  1. Tidak ada pelacakan.