Jajak Pendapat

Menurut Anda, siapakah tokoh-tokoh berikut ini yang paling layak memimpin PBNU Periode 2010-2015?

View Results

Statistik

NU Jatim Tetap Netral Dalam Pilpres

Kamis, 2 Juli 2009 16:56

Surabaya (Ansor Online): Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Timur secara kelembagaan menyatakan netral dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2009.

“Secara kelembagaan, NU tetap netral, tapi NU tidak bisa melarang para kiai NU yang mendukung capres tertentu karena hal itu merupak hak berdemokrasi,” kata Ketua PWNU Jatim, K.H. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, di Surabaya, Kamis.

Ditanya soal kehadirannya di tengah-tengah para kiai NU yang mendukung capres tertentu, ia mengaku hal itu dilakukan sebagai santri yang mendampingi para kiai yang menggalang kesepakatan tertentu.

“Saya hanya mendampingi kiai-kiai NU, tapi saya selaku Ketua PWNU Jatim tidak akan pernah menyatakan bahwa NU mendukung capres A atau capres B atau lainnya. Saya jamin, NU secara organisatoris tetap netral,” katanya.

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo, itu menyatakan bahwa dirinya bersyukur karena para kiai NU kali ini bersatu dalam mendukung satu capres/cawapres Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win).

“Bersatunya para kiai itu merupakan rahmat dan karenanya jangan dilihat dari sisi negatif. Itu nikmat dan kebesaran Allah Swt yang patut disyukuri,” katanya.

Tentang kemungkinan capres/cawapres yang didukung para kiai NU itu kalah dan berdampak bagi NU, ia menilai, kekalahan dalam persatuan para kiai di Jatim merupakan kekalahan terhormat.

“Kalah tapi bersatu itu justru baik, dibanding menang tapi bercerai berai. Kalah dalam kebersamaan itu kalah terhormat, karena itu saya justru bersykur dengan bersatunya para kiai itu,” katanya.

Ia mencontohkan KH. Fawaid As’ad (kakak) dan K.H. Cholil As’ad (adik) serta K.H. Muhammad Sufyan (mertua) yang selama 21 tahun selalu berbeda dukungan politik, namun kali ini justru bersatu mendukung pasangan JK-Win.

“Jadi, kiai-kiai yang dalam pemilihan Gubernur Jatim pada 2008 mendukung KarSa, KaJi, SaLam, SR, dan lainnya, justru kini bersatu mendukung JK-Win. Itu rahmat dari Allah Swt yang tak masuk dalam teritorial rasio,” katanya. (ant)

Berita Selengkapnya

  1. Tidak ada komentar.
  1. Tidak ada pelacakan.