Tiga Kelebihan Gus Dus Yang Sulit Ditiru
Blora (GP Ansor Online): Ada tiga kelebihan almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang sulit ditiru. Kelebihan itu adalah nasab (keturunan). Gus Dur adalah keturunan dari orang-orang yang istimewa. Dari jalur ayah adalah ulama besar yang menjadi panutan kiblat ulama nusantara kala itu, yakni KH Hasyim Asy’ari yang juga pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Sedangkan dari jalur ibu adalah keturunan darah biru (ningrat). ’’Sehingga sosok Gus Dur memang sulit ditandingi dari sisi nasab ini,’’ ujar KH Abdul Wahid Karim, mantan ‘orang dekat’ Gus Dur saat menceritakan sekelumit tentang Gus Dus di acara istighotsah dan tahlil kebangsaan yang digelar PAC (Pimpinan Anak Cabang) GP Ansor Ngawen, Blora Sabtu malam lalu.
Selain dihadiri KH Abdul Wahid Karim yang juga mantan anggota DPR periode 1999-2004 itu, acara yang digelar dalam rangka peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur itu juga dihadiri sejumlah kiai dari Ngawen seperti KH Idrus Jufri serta para kiai dan ratusan warga lainnya. Sehingga acara yang digelar di halaman masjid Kelurahan Punggursugih itu penuh sesak oleh jamaah yang sebagian besar berbusaha putih-putih.
KH Abdul Wahid Karim juga mantan anggota DPRD Kabupaten Grobogan selama empat periode sebelum menjadi anggota DPR RI dari PKB. Gus Wahid, begitu dia, biasa dipanggil merupakan orang dekat Gus Dur. Dia menyebut dirinya sebagai pesuruh Gus Dur dan kiai sepuh lainnya. Gus Wahid mengaku bangga dengan hal itu, karena dia merasa dibutuhkan oleh para kiai tersebut. Karena itu, dia mengaku tahu persis bagaimana liku-liku Gus Dur, terutama saat Gus Dur menjelang menjadi presiden, menjadi presiden dan saat lengser. ’’Karena saat itu, saya ada di dekat Gus Dur,’’ ungkapnya.
Kelebihan Gus Dur yang kedua, menurut Gus Wahid adalah kecerdaasan yang luar biasa. Sehingga, saking cerdasnya, banyak warga NU bahkan para kiai pun yang tidak bisa mengimbangi.sehingga banyak sikap dan pandangan Gus Dur yang disalahpahami oleh para kiai dan wargab NU sendiri. Kecerdasan itu, kata dia, sudah dimiliki sejak muda. ‘’Saya diceritani Gus Mus (KH Mustofa Bisri, Rembang, red.) kalau saat kuliah di Mesir Gus Dur hobi nonton bioskop. Saat temannya belajar di malam hari, Gus Dur tidur. Tapi keesokan harinya di kelas, justru Gus Dur yang bisa pelajaran yang dipelajari temannya itu,’’ urainya.
Kelebihan yang ketiga adalah tidak materialistic atau cintar harta. Menurut dia, saat menjadi presiden Gus Dur sangat tidak kemaruk harta. ‘’Rumahnya di Ciganjur itu sangat tidak layak untuk seorang presiden,’’ ujar kiai yang masih mempunyai darah ningrat ini.
Saat menjadi presiden, Gus Dur juga membuka istana kepresidenan untuk umum, sehingga semua orang dari berbagai golongan bisa masuk. Meski demikian, kata dia, Gus Dur juga tidak royal kepada koleganya. Gus Wahid menyebut, Gus Dur malah sedikit ‘medit’saat menjadi presiden. Karena meski didatangi banyak kiai, Gus Dur justru tidak mau nyangoni. ‘’Itu dilakukan untuk mendidik kita-kita ini. Banyak sekali teladan yang diberikan. Kalau diceritakan tidak habis tujuh hari,’’ tandasnya.
Sementara Ketua PC GP Ansor Blora Moesafa yangb juga hadir mengatakan, Gus Dur adalah anugerah terindah yang pernah dimiliki negeri ini. Karena itu, generasi muda, termasuk Ansor harus bisa mengambil nilai-nilai luhur yang sudah diajarkan Gus Dur. ‘’Terlalu banyak nilai positif yang diajarkan. Kita coba ambil semampu kita,’’ katanya. (ono)



memang gus dur adalah manusia langka, ia punya segalanya.ia punya keluarga sakinah, keturunan yang tergolong sangat biru.juga pernah mengalami segalanya pernah menjadi ketua pbnu 3 periode, ketua dewan kesenian jakarta juga presiden ri sehingga beliau sanggat dikeramatkan oleh orang nu.kapan muncul sosok gus dur jilid2?