Jajak Pendapat

Menurut Anda, siapakah tokoh-tokoh berikut ini yang paling layak memimpin PBNU Periode 2010-2015?

View Results

Statistik

Humor: Penjara

Minggu, 7 Maret 2010 13:24

Istri Bodro segera bangkit dari tempat tidur setelah mendapati suaminya, Bodro, tak ada di sampingnya. Ia melihat lampu dapur menyala. Segera ia menuju ke dapur. Ternyata ia dapati Bodro suaminya sedang memegang segelas kopi. Bodro suaminya pun tampak menerawang dengan mata kosong.

Istri: “Papa ada apa malam-malam begini kok ke dapur? Lapar ya?”"

Bodro: “Gak.”

Istri: “Gak bisa tidur ya?”

Bodro melihat tajam ke arah istrinya. Ia seruput kopi panas yang baru dibuatnya dan berkata:”Mama apa masih ingat kejadian dua puluh lima tahun lalu. Kita tertangkap basah ayahmu?

Istri: “Iya Pa. Kenapa sih kok diingat terus? Waktu itu kita kan masih SMA, masih kecil dan gak ngerti bahwa itu salah.”

Bodro: “Mama apa masih ingat ucapan ayahmu ketika itu? Aku masih ingat benar. Dia bilang, segera nikahi anakku atau aku akan dikirim ke penjara selama dua puluh lima tahun.”

Istri: “Lantas kenapa Pa?”

Bodro: “Besok hari pernikahan kita yang kedua puluh lima. Aku rasanya sudah menjalani hukuman yang diminta ayahmu dulu.”

Istri: “?%*&??!” (kotakhumor.wordpress.com)

Humor Selengkapnya

Humor Politik: Tuhan Panggil 3 Presiden

Minggu, 7 Maret 2010 13:15

Tuhan memanggil presiden tiga negara, AS, Cina, dan Indonesia untuk dimarahi. Dari Amerika muncul Barrack Obama. Dari Cina datang Presiden Hu Jintao. Dari Indonesia diutus Sri Mulyani, eh… Sri Mulyuni, soalnya SBY lagi – lagi minta diwakili oleh menterinya sebagaimana biasanya kalau mendapat panggilan DPR.

Setelah habis-habisan mencela tindakan pemimpin dunia ini, Tuhan menyampaikan bahwa Ia sudah muak dan memutuskan dalam tiga hari dunia akan kiamat. Tiga pemimpin ini disuruh kembali ke negaranya untuk menyampaikan keputusan Tuhan kepada rakyat mereka masing.

Ketiga pemimpin pulang ke negara masing-masing sambil putar otak, bagaimana menyampaikan kabar buruk ini kepada rakyatnya.

Di depan Kongres Amerika dan disiarkan langsung oleh seluruh stasiun TV, presiden Obama mencoba menyampaikan dengan penuh hati-hati : ‘Congressmen, ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama kabar baik dulu. Tuhan itu benar-benar ada, seperti yang kita yakini. Kabar buruk: Tuhan akan memusnahkan dunia ini dalam tiga hari’. Selesai menyampaikan informasi tersebut, hasilnya payah karena spontan saja terjadi kerusuhan dan penjarahan di mana-mana.

Di depan Kongres Partai Komunis Cina, Hu Jintao memodifikasi taktik Obama, ‘Kamerad, ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama kabar baik dulu ya. Ternyata Marx, Stalin, Ketua Mao, dan para pendahulu kita salah, Tuhan itu benar-benar ada. Kabar buruk: Tiga hari lagi Tuhan akan mengkiamatkan dunia ini.’.

Hasilnya lumayan, orang-orang Cina lari, heboh dan menangis ketakutan dan membanjiri tempat ibadah, mau bertobat.

Yang paling sukses Sri Mulyani, eh… Sri Mulyuni. Setelah mendapat laporan dari Sri Mulyuni, pak SBY, di depan sidang paripurna DPR yang disiarkan langsung, tersenyum sumringah. ‘Saudara sebangsa dan setanah air, saya membawa dua kabar baik dari Tuhan melalui ibu Sri Mulyuni.

Kabar baik pertama: Sila pertama Pancasila kita sudah benar, Tuhan itu benar-benar ada. Kabar baik kedua: dalam tiga hari semua masalah energi, pangan, kemiskinan, terorisme dan penderitaan di Indonesia akan segera berakhir…’

Sukses besar, seluruh rakyat larut dalam pesta dangdutan dan pawai dimana-mana. (dari Kotak Humor)

Humor Selengkapnya

Humor Gus Dur: Argometer Japan yang Cepat

Senin, 1 Maret 2010 8:56

Di luar Hotel Hilton, Gus Dur bersama sahabatnya yang seorang turis Jepang mau pergi ke Bandara. Mereka naik taksi di jalan, tiba-tiba saja ada mobil kencang banget, menyalip taksi tersebut. Dengan bangga si Jepang berteriak, “Aaaah Toyota made in Japan sangat cepat…!”

Enggak lama kemudian mobil lain nyalip juga taksi tersebut. Si Jepang teriak lagi “Aaaah Nissan made ini Japan sangat cepat.” Enggak lama kemudian lewat lagi satu mobil menyalip mobil tersebut dan si Jepang teriak lagi “Aaaah Mitsubishi made in Japan sangat cepat…!” Gus Dur dan sopir taksi itu merasa kesal melihat si Jepang ini bener-bener nasionalis.Kemudian, sesampainya di bandara, sopir taksi bilang ke si Jepang.

Supir taksi : “100 dolar please…”
Si Jepang : 100 dolars…?! Its not that far from the hotel…!!”
Gus Dur : “Aaaah… Argometer made in Japan kan? Sangat cepat sekali!!”

Humor Selengkapnya

Humor Gus Dur: Membuang Presiden

Sabtu, 20 Februari 2010 20:23

Apa akibatnya kalau seorang presiden terlampau lama memegang kekuasaan? Apalagi jika ditambah seringnya ia membohongi rakyatnya sendiri? Tentu rakyat akan protes dan marah, karena menganggap presidennya telah berkhianat.

Tapi ini cerita Gus Dur tentang seorang presiden Filipina yang punya tiga orang anak. Merasa ayah mereka adalah orang nomor satu di negerinya, anak-anal sang presiden pun lantas bertingkah neko-neko.

Anak kedua presiden ingin mencari popularitas dengan menyebarkan jutaan lembar uang kertas pecahan 5 peso dari sebuah pesawat terbang.
Kakaknya tak mau kalah pamor. Dengan pesawat yang digunakan adiknya sebelumnya, sang kakak menyebarkan jumlah uang jauh lebih banyak dari adiknya.

Anak perempuan presiden juga ingin populer, tapi tidak mau meniru cara yang dilakukan oleh kedua kakaknya. Karena bingung, ia pun bertanya kepada pilot pesawat yang pernah ikut menyebarkan uang bersama dua kakaknya itu.

“Mas kapten, aku ingin populer seperti dua kakakku sebelumnya, tapi tindakan populer apa yang bisa membahagiakan rakyat?” Tanya Anak perempuan presiden.

Kapten menjawab: “Gampang sekali, buang saja ayah nona dari atas pesawat.”

Humor Selengkapnya

Humor Gus Dur: Siapa Presiden yang Paling Berhasil

Kamis, 11 Februari 2010 18:55

Jakarta (GP Ansor Online): SBY mengundang Gus Dur untuk makan malam di Puri Cikeas. Sambil bersantap, SBY menceritakan program-program yang telah dilakukan dan dilaksanakannya, dengan maksud agar Gus Dur mau mengakui keberhasilannya sebagai presiden. “Intinya, Gus,” kata SBY, “kenapa banyak yang tidak menghargai dan mengakui kalau saya lebih berhasil dibanding presiden lainnya…”
Bosan mendengar keluhan SBY, Gus Dur langsung memotong, “Gini lho. Kalau ngukur keberhasilan presiden itu gampang kok.”
“Apa ukurannya?” kata SBY penasaran.
“Kalau berhasil membuat lalu-lintas di Jakarta nggak macet. Nah, satu-satunya presiden yang mampu membuat Jakarta nggak macet ya saya…”
“Lho, apa buktinya, Gus?”
“Buktinya, dulu, sebelum saya jadi presiden, saya selalu kena macet. Tapi begitu saya jadi presiden, kemana-mana saya lancar-lancar saja. Tinggal duduk di mobil, tidur…dan tahu-tahu udah cepet nyampe… Nah, tapi begitu saya nggak jadi presiden lagi, ya langsung kena macet. Itu kan bukti, kalau presiden setelah saya nggak berhasil mengatasi kemacetan. Tadi, waktu jalan ke Cikeas sini ajah kena macet berjam-jam kok…”
SBY cuman nyengir. (hernoe)

Humor Selengkapnya

Humor Gus Dur: Usia Mumi, Pak Dandim, dan Sayembara di Mesir

Sabtu, 30 Januari 2010 21:27

Ini cerita Gus Dur tentang sayembara menebak usia mumi di Giza, mesir. Puluhan negara diundang oleh pemerintah Mesir, dan sebagian besar mengirimkan jagonya. Amerika Serikat, misalnya, mengirimkan tim ahli paleo-¬antropologinya yang terbaik. Begitu pula Jerman, Prancis, Jepang, RRC, Inggris, dan lain-lain. Pemerintah Indonesia lain dari yang lain: mengirim seorang Komandan Kodim.

Tim Prancis tampil pertama kali, membawa per¬alatan mutakhir, ukur sana ukur sini, catat ini dan itu, lalu dua jam kemudian menyerah tanpa hasil. Pakar Amerika perlu waktu lebih lama, tapi taksirannya keliru. Tim Jerman menyatakan usia mumi itu tiga ribu dua ratus tahun lebih sedikit. Salah. Ahli dari Jepang menyebut angka yang hampir sama, setelah meneliti selama tiga jam.

Giliran peserta dari Indonesia maju. Pak Dandim kita ini bertanya pada panitia, bolehkah dia memeriksa mumi itu di ruang tertutup.

“Oh, tentu saja boleh, silakan,” jawab panitia.

Lima belas menit kemudian, dengan tubuh berke¬ringat Pak Dandim keluar dan mengumumkan temuannya kepada tim juri.

“Usia mumi ini lima ribu seratus dua puluh empat tahun tiga bulan dan tujuh hari, ” katanya dengan lancar, tanpa keraguan sedikit pun.

Ketua dan seluruh anggota tim juri terbelalak dan saling berpandangan, heran dan kagum. Jawaban itu tepat sekali! “Bagaimana mungkin pakar dari Indonesia ini mampu menebak dengan tepat dalam waktu sesingkat itu?,” ucap salah seorang tim juri, heran.

Hadiah pun diberikan. Ucapan selamat mengalir dari para peserta, pemerintah Mesir, perwakilan negara-negara asing dan sebagai¬nya. Pak Dubes dan seluruh staf KBRI bangga bukan kepalang.

Menjelang kembali ke Indonesia, Pak Dandim dikerumuni wartawan dalam dan luar negeri di lobi hotel.

“Anda luar biasa,” kata mereka. “Bagaimana cara Anda mengetahui dengan persis usia mumi itu?”

Pak Dandim menjawab dengan ekspresif, “Saya gebuki, eh… ngaku dia.”

Humor Selengkapnya

Humor Gus Dur: Ana Abbas Hasan

Rabu, 27 Januari 2010 11:33

Saat berada di Prancis, Gus Dur melihat seorang turis Arab sedang melancong di sana. Ketika sarapan di sebuah hotel di Paris, meja sang pelancong Arab itu berdekatan dengan warga asli Prancis. Merasa harus ikut menggalakkan pariwisata di negerinya, pria Prancis itu berusaha bersikap ramah pada sang turis.

“Bonjour, Monsieur”, sapanya pada si turis.

“Ana (Saya) Abbas Hasan,” jawab si orang arab, mengira ditanya namanya.

Pada saat makan siang, mereka ketemu lagi.

“Bonjour, Monsieur, si pria Prancis kembali menyapa.

“Ana Abbas Hasan,” sahut orang Arab itu, kali ini dengan nada tegas.

Tiba-tiba turis Arab itu merasa ada yang tidak beres. Pikirnya, masak orang perlu bertanya nama sampai dua kali? Setelah makan siang, dia pergi ke toko buku dan membuka kamus Prancis-Arab. Dari situ dia tahu, ternyata ‘Bonjour’ itu artinya salam bahagia untuk orang lain. Dia lalu mencari padanan jawabannya dalam bahasa Prancis, tapi dia tidak menemukan kamus Arab-Prancis. Akhirnya, ketika mereka ketemu lagi pada saat makan malam, turis Arab itu memutuskan untuk mendahului menyapa.

“Bonjour, Monsieur, ucapnya sambil tersenyum pada pria Prancis itu.

Orang Prancis tadi langsung menyahut, “Ana Abbas Hasan.”

Wkwkwkwk… Gus Dur pun ketawa ngakak…

Humor Selengkapnya

Humor Ala Gus Dur: Cuma Takut Tiga Roda

Rabu, 20 Januari 2010 15:21

Saat  Abdurarahman Wahid (Gus Dur) menjabat sebagai Presiden RI,  ada pembicaraan serius. Pembicaraan bertopik isu terhangat  dilakukan selesai menghadiri sebuah rapat di Istana Negara.

Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu melanda kota Jakarta. Gus Dur pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.

“Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta Pak?” tanya seorang wartawan.

“Ya karena Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini. Padahal kan nyamuk sini cuma takut sama tiga roda…!”

Humor Selengkapnya

Humor Ala Gus Dur: Berdoa Sebelum Mati dan Sebelum Makan

Rabu, 20 Januari 2010 15:02

Waktu Gus Dur menjabat Presiden RI, sekali waktu beliau bertemu dengan para romo (pastor) seluruh Keuskupan Agung Semarang. Dan, tak ketinggalan Gus Dur menyelipkan ceritanya.

Sekali waktu, selesai misa hari Minggu, seorang pastor pergi ke hutan berburu binatang buas. Ia melihat seekor harimau. Langsung sang pastor mengokang senapannya dan menembak: “Dor – dor!” Wah, ternyata tembakannya meleset dan sang harimau balik mengejar sang pastor. Pastor segera berlari mengambil langkah seribu. Tiba-tiba si pastor berhadapan dengan jurang yang dalam. Si pastor langsung berhenti, berlutut, dan mengatupkan tangannya berdoa sebelum diterkam harimau. Berdoa sebelum mati.

Selesai berdoa, sang pastor terheran-heran karena ternyata ia masih hidup, tidak diterkam harimau. Waktu ia menoleh ke kanan, dilihatnya harimau itu berlutut di sampingnya dan berdoa sambil mengatupkan kedua kaki depannya, seperti orang Katolik mengatupkan kedua tangannya ketika sedang berdoa. Si pastor lalu bertanya kepada harimau, “Harimau, kamu kok tidak menerkam saya, malah malah kamu ikut-ikutan berdoa seperti saya. Mengapa?” Jawab harimau: “Ya, saya sedang berdoa. Berdoa sebelum makan!”

Humor Selengkapnya

Humor Gus Dur: Airport Abdurrahman Wahid

Kamis, 7 Januari 2010 9:57

Pada akhir April 2000, Gus Dur sempat berkunjung  ke Malang, dan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh. Ini mengingatkan dia pada peristiwa belasan tahun silam, ketika dia mendarat di bandara yang sama dari Jakarta, saat
masih ada penerbangan regular dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Malang.

Waktu itu Gus Dur bersama antara lain Almarhum Jaksa Agung Sukarton Marmosujono. Sebagaimana lazimnya untuk rombongan orang penting, mereka pun disambut oleh pasukan Banser GP Ansor NU.

Ketika rombongan sudah siap berangkat ke Selorejo, sekitar 60 kilometer  dari bandara, petugas Banser melaporkan pada posko melalui handy talky.

“Halo, halo, rojer..,” kata Mas Banser. “Lapor: Abdurrahman Saleh sudah  mendarat di airport Abdurrahman Wahid..!”

Humor Selengkapnya

Page 1 of 3012345...Last »