Jajak Pendapat

Menurut Anda, siapakah tokoh-tokoh berikut ini yang paling layak memimpin PBNU Periode 2010-2015?

View Results

Statistik

Terkait Calon Ketum NU, Warga NU Alumni UGM Keluarkan Petisi

Kamis, 1 Oktober 2009 14:28

Jakarta, (Ansor Online): Dewasa ini Nahdlatul Ulama semakin dihantam masalah yang luar biasa. Keberadaannya tidak lagi menjadi kekuatan yang mampu memberikan perubahan bagi ummat. Bahkan sebalikya, NU kini tengah jauh bergerak meninggalkan umatnya yang secara umum merupakan masyarakat kelas bawah: petani, nelayan, pedagang kecil, TKI dan seterusnya. Ini terbukti NU tidak mampu memberikan kontribusi riil atas segala hal yang dialami oleh umatnya, Kasus Lapindo, Tenaga Kerja Indonesia (TKI), berbagai penggusuran di Surabaya, dan banyak kasus lainnya. Keberadaan NU sebagai organisasi tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh mayoritas kaum nahdliyin sendiri. NU justru hanya menjadi kuda tunggangan bagi segelintir elite untuk menggapai nafsu duniawi mereka di bidang politik, ekonomi, dan sosial. Banyak sekali elit NU baik di pusat maupun daerah menggunakan NU demi pentingan politik individu dan kekuasaan yang bersifat sementara. Kini, sebagai organisasi, NU sudah jauh dari semangat transformasi sosial membela kaum lemah yang merupakan bagian terbesar dalam NU itu sendiri.

Muktamar NU yang ke 32 di Makassar Januari 2010 merupakan moment penting bagi NU untuk menentukan perubahan dalam tubuh NU. Untuk itu, setelah melakukan konsolidasi baik secara langsung maupun via online, maka kami warga NU alumni Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari berbagai profesi pekerjaan, aktif di berbagai organisasi sosial, serta berada di dalam negeri maupun luar negeri, dengan ini menyatakan serta menyerukan kepada pihak-pihak yang terkait untuk:

Berita, Maklumat Selengkapnya

Transkrip Lengkap Pernyataan Presiden SBY Tentang Bom Kuningan

Sabtu, 18 Juli 2009 17:25

Transkrip Lengkap Pernyataan Presiden SBY Tentang Bom Kuningan

Assalamualaikum, Salam Sejahtera bagi kita semua,
Bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahirabil alamin,

Saudara-saudara, rakyat Indonesia yang saya cintai dimanapun saudara berada. Hari ini adalah titik hitam dalam sejarah kita, terjadi lagi serangan atau pemboman yang dilakukan oleh kaum teroris di Jakarta. Aksi teror ini diperkirakan dilakukan oleh kelompok teroris meskipun belum tentu jaringan terorisme yang kita kenal selama ini terjadi di bumi Indonesia, yang menimbulkan derita dan kesulitan yang dipikul oleh seluruh rakyat Indonesia.

Aksi yang tidak berperi kemanusiaan ini, juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka bagi mereka yang tidak berdosa. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini atas nama negara dan pemerintahan dan selaku pribadi, maka bagi para keluarga yang ditinggalkan saya mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga saudara-saudara kita yang menjadi korban, hidup tenang di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Maklumat Selengkapnya

H Tatang Hidayat: Ada Kepentingan yang Lebih Besar Dari Sekedar Pilpres

Selasa, 7 Juli 2009 11:46

wawabcara-h-tatang

Jakarta (Ansor Online): Pertaruhan Indonesia lima tahun ke depan akan ditentukan pada esok hari, Rabu 8 Juli 2009. Kearifan dan kedewasaan kandidat Capres dan Cawapres serta pemilih merupakan kunci suksesnya Pilpres yang menghabiskan dana tidak sedikit itu.

“Mari kita hormati perbedaan dengan sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Kita tidak mengharapkan perbedaan pilihan menjadi ajang persaingan yang tidak fair, memprovokasi dan mengadu domba sesama rakyat Indonesia”. Demikian antara lain pernyataan H Tatang Hidayat, Plt Ketua Umum PP GP Ansor dalam rangka menyonsong pelaksanaan Pilpres.

Selanjutnya Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser itu juga menyatakan bahwa ada kepentingan yang lebih besar dari sekedar Pilpres, yakni menjaga stabilitas negara Indonesia agar tetap kondusif.

“Oleh karena itu persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap dikedepankan, dijaga dan dipelihara dengan baik,” tegasnya. (*)

Berita, Maklumat Selengkapnya

Doktrin Aswaja di Bidang Sosial-Politik

Minggu, 21 Juni 2009 11:26

said-aqiel-siradjKH Said Aqil Siradj: Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Jakarta (Ansor Online): Berdirinya suatu negara merupakan suatu keharusan dalam suatu komunitas umat (Islam). Negara tersebut dimaksudkan untuk mengayomi kehidupan umat, melayani mereka serta menjaga kemaslahatan bersama (maslahah musytarakah). Keharusan ini bagi faham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) hanyalah sebatas kewajiban fakultatif (fardhu kifayah) saja, sehingga –sebagaimana mengurus jenazah– jika sebagian orang sudah mengurus berdirinya negara, maka gugurlah kewajiban lainnya.

Oleh karena itu, konsep berdirinya negara (imamah) dalam Aswaja tidaklah termasuk salah satu pilar (rukun) keimanan sebagaiman yang diyakini oleh Syi’ah. Namun, Aswaja juga tidak membiarkan yang diakui oleh umat (rakyat). Hal ini berbeda dengan Khawarij yang membolehkan komunitas umat Islam tanpa adanya seorang Imam apabila umat itu sudah bisa mengatur dirinya sendiri.

Hikmah, Maklumat, Opini Selengkapnya

Inilah 5 Merek Abon & Dendeng Mengandung Babi

Jumat, 17 April 2009 8:49

abon-sapiJakarta (GP-Ansor):  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan lima merek olahan pangan industri rumah tangga (PIRT) yang positif DNA mengandung babi.

Berikut lima merek abon dan dendeng sapi yang mengandung daging babi yang telah diperiksa dengan menggunakan The real-time PCR (polymerase chain reaction), seperti yang diumumkan oleh Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin.

Berita, Maklumat Selengkapnya

Pernyataan Sikap KBNU Jawa Timur: Damai Pasca Pilgub Jatim

Kamis, 29 Januari 2009 9:23

Press Release

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA
KELUARGA BESAR NAHDLATUL ULAMA
JAWA TIMUR

DAMAI PASCA PILGUB JATIM

Pemilihan Gubernur (PILGUB) Jatim merupakan bagian dari proses demokratisasi sebagai Amanat Reformasi yang di perjuangkan kaum muda pada tahun 1998 sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan martabat masyarakat yang berdaulat. Oleh karena itu Amanat ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri bahwa PILGUB Jawa Timur adalah ‘gawe’ bersama masyarakat Jatim. Oleh karena itulah potensi tarik-menarik dan gesekan-gesekan kepentingan diantara elemen masyarakat sangat mungkin terjadi dan dapat berdampak negative bagi keutuhan Jawa Timur kedepan. Selangkah lagi tahapan PILGUB Jatim usai setelah dilaluinya putaran ekstra PILGUB Jatim pada tanggal 21 Januari 2009 di Sampang dan Bangkalan yang rencananya akan dihitung dan direkap secara manual oleh KPU Jatim pada tanggal akhir bulan ini. Ini berarti segera dapat kita ketahui siapa diantara pasangan Khofifah-Mujiono (Kaji-Manteb) dan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) yang terpilih sebagi Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Timur 5 tahun ke depan. Meski untuk itu melalui perjalanan panjang bahkan tercatat sebagai pemilihan kepala daerah terpanjang dan melelahkan dengan 2 putaran dan 1 putaran ekstra setelah Mahkamah Konstitusi memerintahkan penghitungan ulang di Pamekasan dan pemungutan di Sampang dan Bangkalan.

Maklumat Selengkapnya

Sembilan Pedoman Berpolitik Warga NU

Jumat, 16 Januari 2009 9:13

PENGANTAR

Para kiai dalam acara Silaturahmi Nasional Ulama NU yang digelar di Pondok Pesantren Edi Mancoro, Tuntang, Semarang, Senin (12/1) lalu mengingatkan para kader NU yang terjun dalam bidang politik untuk mematuhi sembilan pedoman berpolitik warga NU.

Para ulama menyoroti ulah sebagian warga NU yang terjun ke politik praktis yang dalam praktik tindakannya justru melenceng dari cita-cita NU. “Kami sudah berkali-kali mengingatkan kepada warga NU yang berpolitik itu. Namun, mereka langgar juga. Memang tidak ada sanksinya secara tegas. NU itu bukan negara sehingga jelas tidak memiliki polisi. Sanksinya hanya sanksi moral,” kata KH Musthofa Bisri (Gus Mus) membacakan hasil silaturrahmi.

Meski pelanggaran itu selalu terulang setiap menjelang pemilu, kata kiai asal Rembang itu, para ulama juga senantiasa mengingatkan para warga NU yang terjun ke politik agar selalu mentaati pedoman berpolitik yang berisi sembilan butir sesuai hasil Muktamar XVIII di Yogyakarta.

Pertemuan itu dihadiri belasan kiai sepuh karismatik dari beberapa daerah, seperti KH Munif Zuhri (Demak), KH Dimyati Rois (Kendal), KH Mahfudz Ridwan (Salatiga), KH Masruri Mughni (Brebes), KH Azhari Abta (Yogya), KH Muchlas Dimyati, KH Thantowi Musyaddad (Garut), KH Aziz Mansyur (Jombang), KH Miftachul Akhyar (Surabaya), dan KH Sadid Jauhari (Jember).
Sembilan Butir Pedoman Berpolitik Warga NU
Sembilan butir Pedoman Berpolitik Warga NU yang dicetuskan dalam Muktamar NU XVIII di Krapyak Yogyakarta tahun 1989:

1. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945;

2. Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah politik yang berwawasan kebangsaan dan menuju integritas bangsa dengan langkah-langkah yang senantiasa menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur lahir dan batin dan dilakukan sebagai amal ibadah menuju kebahagiaan di dunia dan kehidupan di akhirat;

3. Politik bagi Nahdlatul Ulama adalah pengembangan nilai-nilai kemerdekaan yang hakiki dan demokratis, mendidik kedewasaan bangsa untuk menyadari hak, kewajiban, dan tanggung jawab untuk mencapai kemaslahatan bersama;

4. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama haruslah dilakukan dengan moral, etika, dan budaya yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab, menjunjung tinggi Persatuan Indonesia, ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia;

5. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama haruslah dilakukan dengan kejujuran nurani dan moral agama, konstitusional, adil, sesuai dengan peraturan dan norma-norma yang disepakati serta dapat mengembangkan mekanisme musyawarah dalam memecahkan masalah bersama;

6. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama dilakukan untuk memperkokoh konsensus-konsensus nasional dan dilaksanakan sesuai dengan akhlaq al karimah sebagai pengamalan ajaran Islam Ahlussunah Waljamaah;

7. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama, dengan dalih apa pun, tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan bersama dan memecah belah persatuan;
8. Perbedaan pandangan di antara aspirasi-aspirasi politik warga NU harus tetap berjalan dalam suasana persaudaraan, tawadlu’ dan saling menghargai satu sama lain, sehingga di dalam berpolitik itu tetap terjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan Nahdlatul Ulama;

9. Berpolitik bagi Nahdlatul Ulama menuntut adanya komunikasi kemasyarakatan timbal balik dalam pembangunan nasional untuk menciptakan iklim yang memungkinkan perkembangan organisasi kemasyarakatan yang lebih mandiri dan mampu melaksanakan fungsinya sebagai sarana masyarakat untuk berserikat, menyatukan aspirasi serta berpartisipasi dalam pembangunan. (*)

Maklumat Selengkapnya

Pengumunan Untuk Caleg Warga Ansor

Selasa, 25 November 2008 16:11

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sahabat dan warga Ansor dimanapun berada yang menjadi  caleg Pemilu 2009, dengan ini dimohon kesediaannya mengirimkan biodata/profile diri plus foto ke redaksi@gp-ansor.org  untuk selanjutnya akan diposting pada halaman khusus pada website ini. Data kami tunggu sampai minggu I Pebruari 2009.

Layanan ini merupakan sarana untuk sosialisasi/promosi gratis bagi sahabat dan warga Ansor yang menjadi Caleg, baik DPR RI, DPRD Prov dan DPRD Kab/kota.

Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatian dan kesediaan yang diberikan kami ucapkan terima kasih.

Wallahul Muwafik Illa Ahwamittaurieg Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Redaksi GP Ansor Online

Maklumat Selengkapnya

PERNYATAAN SIKAP KELUARGA BESAR GP ANSOR

Kamis, 6 November 2008 20:18

(Terkait Pemberian Penghargaan Gelar Pahlawan Nasional kepada Bung Tomo dan Pilgub Jawa Timur Putaran ke 2)

1. Keluarga Besar Gerakan Pemuda (GP) Ansor beserta masyarakat Surabaya dan Jawa Timur mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang telah memberikan penghargaan kepada Bapak H Soetomo (Bung Tomo) sebagai Pahlawan Nasional.

2. Keluarga Besar GP Ansor mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak sehingga pelaksanaan pemilihan Gubernur Jawa Timur putaran ke 2 dapat berjalan dengan aman, lancar, sukses dan tidak ada gangguan apapun.

3. Keluarga Besar GP Ansor berharap agar semua pihak dan seluruh masyarakat untuk bersabar menunggu hasil penghitungan manual yang akan dilakukan oleh KPUD Jawa Timur dalam menentukan siapa yang akan memimpin Jawa Timur untuk periode 5 tahun ke depan.

4. Menghimbau kepada ormas, orpol, tokoh masyarakat dan tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat untuk tidak memprovokasi dan ataupun terprovokasi, baik dengan tindakan, maupun ucapan terhadap masyarakat. Memberikan dukungan dan tidak berprasangka buruk kepada kepada petugas. Serta memberikan dukungan kepada petugas untuk bekerja menyelesaikan tahapan penghitungan suara dengan penuh tanggungjawab dan dedikasi yang tinggi.

Surabaya, 6 Nopember 2008

Keluarga Besar Gerakan Pemuda Ansor

Maklumat Selengkapnya

Salam dari Redaksi

Minggu, 5 Oktober 2008 14:04

Kepada Yth:

Sahabat Ansor dan Pengunjung Website

GP Ansor Online di mana pun berada

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Masih dalam suasana “Lebaran” kami segenap jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor khususnya Pengelola Website GP Ansor Online menghaturkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H Mohon Maaf Lahir dan Batin”.

Sebagaimana sahabat Ansor dan pengunjung website GP Ansor Online ketahui, beberapa waktu yang lalu kami telah melalukan perubahan design (belum 100% selesai) sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan dan saran sahabat Ansor dan para pengunjung setia website ini. Salah satu content baru yang kami sajikan adalah tersedianya file download. Pada file ini kami berusaha melakukan posting file-file penting yang dapat di-download oleh sahabat Ansor maupun para pengunjung lainnya sebagai bahan acuan, pedoman, referensi maupun tambahan koleksi data.

Website ini kami kelola secara swadaya, sarat dengan berbagai keterbatasan. Namun Alhamdulillah website ini telah banyak diakses dan dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai bangsa. Berdasarkan statistik kami, enam bulan terakhir website ini rata-rata dikunjungi tidak kurang dari 50.000  pengunjung yang berasal dari lebih 25 negara di dunia per bulannya.

Sukarela, ketulusan, keikhlasan dan semangat juang demi kemaslahatan ummat –warga Ansor, warga Nahdliyyin dan masyarakat umum lainnya–yang melandasi kerja pengelola website ini. Bagi sahabat Ansor dan anggota masyarakat lainnya yang ingin memberikan kontribusi, menyalurkan hobby dan aktualisasi diri berupa berita, laporan kegiatan, opini dan lain-lain yang erat kaitannya dengan Gerakan Pemuda Ansor, Nahdliyyin, “Dunia Islam”, kirimkan ke redaksi@gp-ansor.org , pengurus@gp-ansor.org atau langsung klik pada “Hubungi Redaksi”.

Demikian, atas perhatian yang diberikan kami haturkan terima kasih.

Wallahul Muwafik Illa Ahwamittaurieg Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Redaksi GP Ansor Online

Maklumat Selengkapnya

Page 1 of 3123