|
|
Selasa, 9 Maret 2010 21:48
Judul Buku: Menjadi Waliyullah
Penerbit : Pustaka Pelajar
Cetakan : Maret 2009
Tebal : xii+860
Harga : 95. 000
Peresensi : Siswanto*
Rasulullah Saw merupakan panutan bagi umat Islam di seluruh dunia, dengan keteguhan dan ketabahan beliau dalam menyebarkan syariat Islam manjadikan agama Islam berkembang di luar jazirah Arab. Selain itu, Rasulullah merupakan seorang yang lemah lembut dan bijaksana, sebagai mana beliau telah sabdakan “ Engkau ambil apa yang engkau ketahui (baik), dan engkau tinggalkan apa yang engkau ingkari. Engkau datangi orang-orang khususmu dan engkau tinggalkan kalangan awam mereka” (H.R. Bukhari). Dari sabda di atas menjadikan beliau sebagai uswatun hasanah, dan panutan bagi umatnya.
Resensi Buku
Selengkapnya
Minggu, 7 Maret 2010 11:29
Judul : Sudesi (Sukes dengan Satu Istri)
Penulis : Arswendo Atmowiloto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tebal : 456 halaman
Tahun : Januari 2010
Lembaga pernikahan yang sering dianggap sakral ternyata mengalami pereduksian makna dalam masyarakat kontemporer. Pernikahan yang sarat dengan nilai-nilai kesetiaan, pengabdian dan serta pengorbanan, kemudian ditaburi perselingkuhan, kebohongan serta berbagai kepalsuan.
Persoalannya kemudian, masihkah ada orang yang dapat sanggup mempertahankan pernikahan yang serba suci itu manakala lingkungan sekitarnya seolah-olah membenarkan terjadinya berbagai bentuk pengkhianatan. Lebih ekstrim, apakah lembaga perkawinan masih layak dipertahankan sebagai wadah penyatuan dua individu, baik secara formal ataupun agama.
Resensi Buku
Selengkapnya
Judul Buku: Evaluasi program pembalajaran, Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik
Penulis: Prof.Dr. S. Eko Widoyoko, M.pd.
Penerbit: Pustaka Pelajar
Cetakan: Desember 2009
Tebal: xii+300
Peresensi: Siswanto*
Salah satu usaha untuk mengetahui keberhasilan belajar peserta didik adalah dengan ujian nasional (UN), akan tetapi pada tahun sekarang problematika terjadi dikalangan masyarakat apakah UN masih menjadi ukuran yang ideal atau atau ada alat yang lain. Karena pada kenyataannya pelaksanaan UN sering banya terjadi penyimpangan-penyimpangan, salah satunya distribusi soal dan kisi-kisi yang kurang merata keseluruh daerah -daerah. Guru sebagai pelaksanan ataupun monitoring sebenarnya lebih mengetahui kopentensi dan hasil pembelajaran yang telah dilaksanakannya dari pada orang lain. Dengan demikian seorang guru akan banyak sekali metode ataupun cara untuk menuju sebuah perbaikan, baik sistem maupun kinerja kependidikan.
Resensi Buku
Selengkapnya
Minggu, 21 Februari 2010 9:03
Judul buku: TEOLOGI PERLAWANAN (Islamisme dan Diskursus Demokrasi di Indonesia Pasca Orde Baru)
Penulis: Masdar Hilmy, Ph.D
Penerbit: Kanisius
Cetakan: pertama, 2009
Tebal: 320 hal
Peresensi: M.A. Mahmudi*
Sistem demokrasi memang dapat dikatakan tumbuh subur di Indonesia. Terbukti dari terlaksananya pemilihan umum (pemilu) baik mulai dari tingkat Presiden hingga Kepala Desa, telah dilaksanakan dengan cukup demokratis. Sayangnya di balik semua itu, demokrasi ternyata masih menuai perdebatan dikalangan Islam.
Perdebatan itu, terjadi karena keberadaan Islam di Indonesia yang bersifat multiversi, Terdapat banyak aliran dan golongan di dalamnya. Sehingga terus menerus memicu perbedaan pendapat, sebab pada setiap aliran memiliki ideologi, landasan berfikir dan pandangan yang berbeda-beda.
Secara garis besarnya, aliran-aliran tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua. Yakni kaum Islamis, atau lebih dikenal dengan Islam fundamentalis, dan Islam moderat.
Resensi Buku
Selengkapnya
Jumat, 19 Februari 2010 13:48
Judul buku: Jagadnya Gus Dur; Demokrasi, Pluralisme, dan Pribumisasi Islam
Penulis : KH Zainal Arifin Thoha
Penerbit : KUTUB, Jogjakarta
Cetakan : Januari 2010
Tebal : xvi + 276 Halaman
Peresensi: Puji Hartanto*
Buku berjudul Jagadnya Gus Dur; Demokrasi, Pluralisme, dan Pribumisasi Islam yang ditulis KH Zainal Arifin Thoha ini adalah buku yang mengulas jejak langkah, pemikiran-pemikiran dan gerakan Gus Dur. Mulai gerakan kultural (sebagai ketua umum PB NU) sampai pada struktural (menjadi presiden keempat RI).
Dalam buku ini dikatakan bahwa Gus Dur adalah sosok kiai yang cerdas, karismatik, dan jenaka. Dia selalu bersikap i’tisar, yakni menyenangkan orang lain dengan selalu bersikap akomodatif dan demokratis, serta mampu mengalahkan dirinya sendiri. Dalam hal ini, banyak anak muda dan tokoh nonmuslim yang terinspirasi, baik dari tulisan maupun pernyataan-pernyataan Gus Dur.
Resensi Buku
Selengkapnya
Minggu, 14 Februari 2010 12:53
Judul: Sekularisasi Ditinjau Kembali (Agama dan Politik di Dunia Dewasa Ini)
Penulis: Pippa Norris & Ronald Inglehart
Penerjemah: A. Zaim Rofiqi
Editor: Ihsan Ali-Fauzi dan Rizal Panggabean
Cetakan: I, Oktober 2009
Ukuran: 15 x 23 cm flap 9 cm
Tebal: 392 halaman
Peresensi: Mohalli Ahmad
Sejauh ini, perdebatan mutakhir sekularisasi berhenti pada pudarnya anggapan beberapa pemikir sosial tentang eksistensi agama di dunia modern. Auguste Comte, Emile Durkheim, Max Weber, Karl Marx, dan Sigmund Freud merupakan sederetan tokoh yang memprediksi agama akan segera ditinggalkan pemeluknya, khususnya dalam masyarakat industri. Namun, kenyataan agama di abad ke-20 hingga sekarang tetap eksis dan masih dibutuhkan perannya.
Bahkan ada kecenderungan untuk semakin memperkuat vitalitas agama dengan menjadikannya sebagai landasan ideologis kelompok atau gerakan sosial-politik tertentu. Pertanyaannya, benarkah anggapan yang didasarkan atas kerangka teoritis itu sepenuhnya salah? Bukankah modernisasi selalu disertai atau mengandung arti sekularisasi dan karena itu orang modern berarti sekuler?
Resensi Buku
Selengkapnya
Rabu, 3 Februari 2010 10:50
Sumber: Kompas, 24 Desember 2009
Peresensi: Ahmad Khotim Muzakka
Judul Buku : Pemikiran Politik Islam Indonesia, Pertautan Negara, Khilafah, Masyarakat Madani dan Demokrasi
Penulis : Syarifuddin Jurdi
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan : pertama, Juli 2008
Tebal : XXI + 678 halaman
Relasi politik, kekuasaan, masyarakat, dan agama dasawarsa ini patut dicermati dengan penuh ketelitian, dengan jidat yang berlipat-lipat. Pasalnya, pertautan antara mereka lambat laun menuju arah yang agak kabur. Entah, inikah imbas dari pesan demokrasi pascareformasi atau hanya fenomena temporer yang sekala waktu bisa hilang di telan mahkamah sejarah. Hingga akhirnya lahir “wajah baru” yang meramaikan dalam jangka tempo yang entah.
Resensi Buku
Selengkapnya
Jumat, 29 Januari 2010 16:09
Judul buku: 10 Bersaudara Bintang Alquran
Penulis: Izzatul Jannah dan Irfan Hidayatullah
Penerbit: Arkanleema (Sygma Publishing)
Alquran adalah satu-satunya Kitab Suci agama samawi yang terjaga kemurniannya hingga sekarang. Alquran bahkan terbebas dari ‘ramuan’ campur tangan si penerimanya sendiri, Muhammad, karena ia adalah Nabi yang ummi, tidak bisa membaca dan menulis. Selain itu, Alquran sendiri menyatakan bahwa ucapan Muhammad itu adalah wahyu (QS An-Najm [53]: 3-4). Sebagai Kitab Suci agama samawi, Alquran tentu turun dan diwahyukan dari ‘langit’, dari Yang Mahatinggi.
Ada banyak bukti yang tidak terbantahkan mengenai argumentasi ini. Secara nyata, tidak ada seorang manusia pun yang hingga saat ini mampu membuat yang setara dengan Alquran, seperti yang ditantangkan Allah SWT dalam Alquran. Artinya, sangat jelas, Alquran bukanlah karya manusia dan tidak ada campur tangan manusia pula di dalamnya. Secara tertulis, tidak kurang dari 70 ayat dalam Alquran menyatakan bahwa Allah Yang Mahatinggi-lah yang menurunkan Alquran.
Resensi Buku
Selengkapnya
Rabu, 27 Januari 2010 12:58
Judul buku : Pendidikan Islam: Dari paradigma klasik hingga kontemporer
Penulis : Tim Dosen Fakultas Tarbiyah, Maulana Malik Ibrahim Malang
Penerbit : UIN-Malang Press
Cetakan : I, September 2009
Tebal : x+410 Halaman
Peresensi : Indah Rahmawati*
Dalam kehidupan sosial, institusi pendidikan baik umum maupun Islam, mendapat tugas suci untuk mengemban misi mulia agar membenahi kualitas hidup manusia jadi lebih baik. Suatu misi (risalah) kemanusiaan yang sangat bermanfaat dalam rangka membentuk sikap mental lulusan yang berperadaban dan menjunjung tinggi nilai insani.
Secara filosofi, adanya pendidikan tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi manusia ke arah yang maksimal dan lebih maju. Sebab, potensi yang deiberikan oleh Sang Maha Kuasa tidak akan berkembang dengan sendirinya tanpa terpenuhinya pendidikan yang memadai. Pendidikan yang dimaksud disini mencakup wilayah jasmaniyah maupun rohaniyah, seperti spiritual, nilai-nilai etis (akhlak) atau budi pekerti.
Resensi Buku
Selengkapnya
Rabu, 20 Januari 2010 21:50
Judul Buku: Intelijen Bertawaf: Teroris Malaysia dalam Kupasan
Penulis: Prayitno Ramelan
Penerbit: Grasindo
Cetakan: I, 2009
Halaman: xxxviii + 227 halaman
Peresensi: Harry Budiyanto
Melihat sampul buku, dengan tulisan “Intelijen” berwarna hitam, seolah menggambarkan dunia intelijen yang banyak bergerak dengan senyap ditelan gelap. Yang lebih mencengangkan lagi, tulisan “Bertawaf” diberi warna merah darah yang menggambarkan penggunaan “simbol-simbol keagamaan” untuk melakukan aksi berdarah. Hal ini diperkuat dengan adanya kalimat,”Teroris Malaysia dalam Kupasan“.
Teroris selalu identik dengan teror menakutkan dengan tumpahan darah. Background sampul berupa peta gugus Kepulauan Melayu seolah menunjukkan palagan tempat teroris beraksi dan berasal. Sampul dan judul buku ini sungguh eye catching.
Resensi Buku
Selengkapnya
|