Jajak Pendapat

Menurut Anda, siapakah tokoh-tokoh berikut ini yang paling layak memimpin PBNU Periode 2010-2015?

View Results

Statistik

Jangan Taruh Sikat Gigi Dekat Toilet

Selasa, 9 Maret 2010 10:46

Manchester (GP Ansor Online): Coba perhatikan kamar mandi Anda. Apakah Anda menaruh tempat sikat gigi terlalu dekat dengan toilet? Kalau ya segera pindahkan ke tempat yang agak jauh karena menaruh sikat gigi terlalu dekat pembuangan toilet berisiko terkontaminasi kuman.

Jutaan orang mempertaruhkan kesehatannya dengan meletakkan sikat giginya begitu dekat dengan toilet. Padahal salah satu tempat yang mengandung berbagai macam kuman adalah toilet tempat buang air kecil atau air besar.

Peneliti dari Lloydspharmacy menuturkan ketika toilet disiram, maka bakteri bisa menyebar ke udara selama 2 jam sebelum jatuh ke lantai. Ada kemungkinan kuman tersebut menempel pada permukaan sikat gigi sehingga bisa masuk ke dalam tubuh saat orang menggunakannya. Karena itu sikat gigi yang diletakkan di dekat toilet sangat rentan terkontaminasi bakteri.

Kuman bisa terbang sejauh 1 meter dari lubang toilet setelah disiram, apalagi jika permukaan sikat gigi tidak tertutup atau dilindungi dengan baik.

Penelitian dari Manchester University mengungkapkan bahwa lebih dari 100 juta bakteri dapat hidup dalam satu sikat gigi, seperti E.coli, Staphylococci, Streptoccocus dan jamur Candida.

“Salah satu gejala yang bisa muncul adalah perut terasa mulas setelah menggosok gigi, ada kemungkinana bakteri hadir di permukaan siakt gigi tersebut,” ujar Louise Baglole, ahli kesehatan mulut dari Lloydspharmacy, seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (3/3/2010).

Usahakan untuk selalu menyimpan sikat gigi ditempat yang bersih dan kering, sedangkan udara di kamar mandi sangat lembab sehingga kondisinya baik untuk tempat bersarang mikroorganisme. Akan lebih baik jika bisa menaruh sikat gigi di luar kamar mandi.

Selain itu sebaiknya menghilangkan air yang ada di sikat dengan cara mengibas-ngibaskan sikat sebelum melindunginya dengan penutup sikat gigi. Jangan merendamnya dengan larutan pembersih mulut karena tidak akan efektif untuk menghilangkan segala mikroorganisme.

Sikat gigi merupakan barang yang digunakan setiap hari oleh semua orang di seluruh dunia, karena itu kebersihannya harus dijaga agar tidak menimbulkan penyakit dan menjadi sarang berkembang biaknya kuman-kuman. (detikhealth)

Tajuk Selengkapnya

Pembelotan Lily Wahid

Minggu, 7 Maret 2010 6:59

Oleh: Ardi Winangun, pengamat politik dan Pengurus Presidium Nasional Masika ICMI

BERAKHIR sudah Sidang Paripurna DPR yang membahas kasus bailout Bank Century. Setelah melalui detik-detik yang mendebarkan, akhirnya opsi C memenangi voting dengan perolehan 325 suara. Sedangkan opsi A hanya didukung 212 suara. Opsi C, yang menyatakan bahwa pelaksanaan kebijakan pemberian FPJP dan PMS kepada Bank Century bermasalah, secara konsisten dimotori Partai Golkar, PDIP, PKS, Hanura, dan Gerindra, serta didorong oleh PPP pada babak kedua. Sedangkan Opsi A, yang menyatakan bahwa bailout terhadap Bank Century tidak ada masalah, didukung sejak awal oleh PKB dan PD serta didorong oleh PAN.

Kemenangan opsi C secara moral bertambah kuat ketika dalam voting ada suatu peristiwa yang sangat menarik, yakni pembelotan Lily Chadijah Wahid, anggota DPR dari FPKB. Itu menarik karena perempuan yang akrab dipanggil Lily Wahid tersebut berani melawan keputusan resmi PKB, yakni secara total dan konsisten mendukung opsi A.

Opini, Tajuk Selengkapnya

NU; Harapan dan Kenyataan

Senin, 1 Maret 2010 7:52

Oleh: . KH Agoes Ali Masyhuri, pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat, Tulangan, Sidoarjo

MENJELANG Muktamar Ke-32 Nahdlatul Ulama di Makassar bulan depan, muncul kembali kegairahan dan se­mangat baru untuk menata NU, bukan sekadar besar dalam jumlah, tapi juga mampu besar dalam peran. Kerinduan terhadap makna besar dalam peran itu di­wujudkan dengan cara yang bermacam-macam. Di antaranya, menyoroti kiner­ja yang dilakukan Pengurus Besar Nah­dlatul Ulama selama ini.

Penguatan syuriyah dan manajemen organisasi menjadi topik menarik dalam berbagai kesempatan. Warga NU mengharapkan syuriyah lebih berperan daripada tanfidziyah, terutama mampu bekerja secara sinergis dengan tanfidiyah. Bukan berangkat sendiri-sendiri yang bisa melahirkan tumpang tindihnya tugas dan wewenang.

Opini, Tajuk Selengkapnya

ACFTA: Berkah atau Bencana bagi Indonesia?

Selasa, 23 Februari 2010 8:18

OLeh; H Karjadi Mintaroem, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga

Sejak 1 Januari 2010, perjanjian perdagangan bebas antara China dan enam negara anggota ASEAN (Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Brunei Darussalam) yang lebih dikenal dengan ASEANChina Free Trade Agreement (ACFTA) telah dimulai.

Perjanjian yang menyepakati adanya ASEANChina Free Trade Area (ACFTA) sebenarnya sudah direncanakan sejak 2002 dan ditandatangani pada 4 November 2004 di Phnom Penh, Kamboja.Konsekuensi dari adanya perjanjian tersebut adalah pembukaan pasar dalam negeri secara luas untuk dapat dimasuki barang-barang industri dari negara yang ikut dalam perjanjian tersebut. Tidak dapat dimungkiri posisi China yang sangat berpengaruh pada tataran perekonomian internasional membuat setiap negara ingin melaksanakan kerja sama dan berguru kepada mereka seperti ungkapan “belajarlah hingga ke negeri China”.

Opini, Tajuk Selengkapnya

Menguji Ketahanan Koalisi

Kamis, 11 Februari 2010 21:43

DALAM sistem pemerintahan multipartai,berkoalisi adalah bagian penting yang tak bisa dihindari. Partai politik (parpol) pemenang pemilu akan mengajak gabung sejumlah parpol lain untuk membangun pemerintahan yang kuat dan efektif.

Parpol-parpol bersedia diajak berkoalisi dengan syarat-syarat tertentu sesuai kesepakatan dengan pihak yang mengajak. Biasanya koalisi dibangun atas kesamaan ideologi, cita-cita ataupun visi misi parpol.Namun bisa juga koalisi dibangun atas dasar bagi-bagi kekuasaan atau power sharing, siapa mendapat berapa akan dihitung berdasarkan jumlah dukungan rakyat kepada parpol tersebut.Dukungan itu bisa dibaca dari berapa persentase perolehan suara dalam pemilu dan berapa jumlah perwakilan mereka di parlemen.

Dalam sistem politik di Indonesia yang presidensial dan semiparlementer, koalisi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari ikhtiar untuk membentuk pemerintahan yang kuat, efektif, dan efisien. Agar programprogram pemerintah bisa berjalan mulus tanpa halangan di Parlemen,Presiden mengajak sejumlah parpol untuk bergabung dalam pemerintahan. Logikanya yang bersedia masuk koalisi besar adalah blok penguasa, sedangkan yang menolak bergabung adalah blok oposisi. Secara normatif demikianlah semestinya mekanisme politik berbasis checks and balances untuk bisa berjalan dengan baik.

Tajuk Selengkapnya

Optimalkan Free Trade

Rabu, 3 Februari 2010 11:44

SUDAH genap sebulan perjanjian pasar bebas ASEAN-Tiongkok (ASEAN-China Free Trade Agreement) berlaku. Selama sebulan itu pula polemik mengenai perjanjian yang disepakati sejak 2005 tersebut lebih hot daripada langkah yang mesti dilakukan untuk menghadapinya. Seperti biasa, perdebatan itu diwarnai saling lempar tanggung jawab dan mencari kambing hitam.

Padahal, kita punya banyak waktu sebelum perdagangan bebas ASEAN-Tiongkok berlaku pada 1 Januari 2010. Tapi, kita malah terlena dan terbukti kedodoran menghadapi produk Tiongkok yang terus membanjiri pasar. Jika masih dikenai tarif saja produk Tiongkok sudah merajalela, bagaimana bila tarifnya nol persen? Bisa dipastikan produk domestik bakal kalah bersaing.

Tajuk Selengkapnya

Tontonan Century

Selasa, 19 Januari 2010 9:28

MENGIKUTI persoalan kasus bailout Bank Century rasanya sudah sampai pada titik yang melelahkan, membosankan, dan terkesan berputar-putar hingga tidak jelas ujungnya.

Memang di satu sisi, penyelidikan kasus Century yang dilakukan DPR menjadi sebuah “hiburan” tersendiri bagi rakyat di bawah bahwa pejabat-pejabat kita bisa ditelanjangi oleh anggota Pansus Century yang hal ini tidak pernah bisa ditemukan di era sebelum reformasi.Setiap kasus yang melibatkan pejabat di era sebelum reformasi harus ditutup rapat-rapat dan tidak ada seorang pun,termasuk DPR,bisa menyentuhnya. Memang ini sebuah kemajuan dalam sistem demokrasi kita yang sedang menuju proses kematangan.

Opini, Tajuk Selengkapnya

Pemikiran Gus Dur Tentang Kebangsaan Harus Dilanjutkan

Minggu, 10 Januari 2010 8:47

Ide dan pemikiran Gus Dur yang tajam dan cemerlang soal kebangsaan, khususnya tentang Bhinneka Tunggal Ika, telah memberikan peranan besar bagi perjalanan bangsa.

Oleh karena itu, ide, gagasan dan pemikiran Gus Dur tentang kebangsaan dan persatuan harus dilanjutkan, demi kemajuan bangsa Indonesia.

Ulama, umaro dan pimpinan pesantren di sejumlah daerah di Indonesia menilai sosok Gus Dur sebagai inspirasi bagi ulama dan santri.

Opini, Tajuk Selengkapnya

Bapak Pluralisme Indonesia

Senin, 4 Januari 2010 7:22

Oleh: Mustofa Liem, ewan penasihat Jaringan Tionghoa Untuk Kesetaraan

INDONESIA kehilangan salah seorang tokoh terbaiknya, Abdurrahman Wahid. Gus Dur -sapaan populer Abdurrahman Wahid- mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Rabu, 30 Desember 2009, pukul 18.45. Beliau telah dimakamkan di Jombang pada Kamis, 31 Desember 2009, pukul 13.00.

Gus Dur memang tokoh multidimensional yang dimiliki banyak kalangan, termasuk etnis Tionghoa. Tidak heran pendiri Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (Inti) Michael Utama Purnama mewakili warga Tionghoa Indonesia menyampaikan dukacita mendalam. Pria yang mengenal Gus Dur sejak 1979 itu mengatakan sepantasnya jika warga Tionghoa berdoa dan berduka. Sebab, Gus Dur adalah satu-satunya tokoh yang selalu berdiri dan membela hak-hak etnis Tionghoa di Indonesia yang kerap mendapat perlakuan diskriminatif. Karena berutang budi yang tak terkira kepada Gus Dur, Michael bahkan telah merekomendasikan imbauan kepada semua warga Tionghoa di tanah air untuk membatalkan rencana pesta tahun baru (Jawa Pos, 31/12/2009).

Opini, Tajuk Selengkapnya

Apa Kata Mereka Tentang Gus Dur?

Jumat, 1 Januari 2010 21:21

Catatan Redaksi GP Ansor Online

Kepergian KH. Abdurrahman Wahid yang lebih akrab dikenal dengan nama akrab dikenal dengan nama Gus Dur, bukan saja membuat warga Nahdlatul Ulama (NU) merasa kehilangan, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia.

Gus Dur tidak hanya dikenal sebagai pemimpin bangsa karena pernah menjadi Presiden RI, tetapi lebih jauh dari itu masyarakat mengenal Gus Dur sebagai pejuang demokrasi yang egaliter, pluralis, dan humanis. Gus Dur berani berhadapan dengan arus besar,  hanya untuk mendukung kepentingan kelompok minoritas yang hak-haknya terganggu. Rela dicaci-maki asalkan bisa bermanfaat pada orang lain, tanpa mengharapkan sesuatu, Manuvernya jauh dari kepentingan pribadi dan kelompoknya sebagaimana dipertontonkan tokoh lainnya.

Hal itulah yang membuat masyarakat merasa kehilangan atas kepergian Gus Dur untuk selama-lamanya. Mereka yang berduka mulai dari kalangan elit politik sampai masyarakat bawah, berasal dari lintas profesi, golongan, etnis, agama dan kepercayaan serta komunitas lintas batas wilayah.

Sanjungan banyak pihak terhadap Gus Dur, membuat kita sebagai warga NU menjadi bangga. Tokoh yang diidolakan selama ini ternyata juga di cintai oleh seluruh rakyat Indonesia. Berbagai pernyataan mereka lontarkan tentang Gus Dur.

Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI)
Abdurrahman Wahid (Presiden RI Ke-4) dikenal sebagai pemikir dan pendorong perkembangan Islam. Melalui ucapan, sikap dan perbuatan beliau sudah mengajarkan kepada kita untuk menghormati perbedaan. Disadari atau tidak, beliau adalah Bapak Pluralisme. Gus Dur telah menjadikan bhineka tunggal ika sebagai pedoman hidup. Pemikiran Gus Dur, sambung telah memberikan inspirasi bagi seluruh warga Indonesia maupun dunia. (Okezone.com)

Kevin Rudd (Perdana Menteri Australia)
Gus Dur selain sebagai seorang pemimpin Islam moderat di Indonesia dan pendukung toleransi etnis dan keagamaan. Gus Dur juga sangat berperan penting dalam membangun hubungan bilateral Indonesia dan Australia.  Kunjungan bersejarah Gus Dur ke Australia pada tahun 2001, bernilai penting bagi hubungan kedua negara. Sejak tahun 1975, baru pada era Gus Dur seorang Presiden RI mengunjungi negeri kanguru itu. “Kunjungan itu sangat berarti untuk hubungan bilateral Australia-Indonesia dan memberi landasan positif bagi hubungan Australia-Indonesia di tahun-tahun berikutnya.

Najib Tun Razak (Perdana Menteri Malaysia)
KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disebut Gus Dur adalah seseorang dengan pemikiran lebih maju pada masanya, seorang penganut teguh akan pentingnya toleransi dan persatuan dalam kebutuhan untuk melindungi kaum lemah, termasuk kelompok minoritas. Gus Dur selalu menekan pemerintah agar menyederhanakan semua proses demi kepentingan orang banyak. (VIVAnews.com)

Lee Hsien Loong (Perdana Menteri Singapura):
Berduka cita atas meninggalnya KH. Abdurrahman Wahid. Gus Dur akan selalu dikenang sebagai penegak Islam moderat dan pembela kalangan minoritas. (VIVAnews.com)

Jusuf Kalla (Mantan Wakil Presiden RI):
Melalui pesan singkat JK dari Australia, JK berharap semangat kebersamaan, demokrasi dan pluralisme yang yang selalu dikobarkan Gus Dur tetap terjaga. JK Sangat akrab dengan almarhum, meski tak jarang berbeda pendapat. Selain sesama mantan pejabat tinggi negara, JK dan Gus Dur adalah tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Keluarga besar JK juga merupakan warga NU, adalah pendukung setia Gus Dur semasa menjabat sebagai ketua PBNU dan Presiden RI. (Detik.com)

Baharuddin Jusuf Habibie (Presiden RI ke-3):
Gus Dur bukan saja merupakan tokoh nasional, cendekiawan muslim, dan mantan pemimpin besar bangsa Indonesia. “Dia adalah pejuang hak asasi manusia dan kemanusiaan. Gus Dur juga merupakan figur yang gigih dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, UUD 1945, dan Pancasila. (Republika online)

Prof. Dr. Amien Rais (Mantan Ketua MPR):
Memuji Gus Dur sebagai ikon pluralisme di Indonesia. Gus Dur dinilai berhasil membawa organisasi yang pernah dipimpinnya, Nahdlatul Ulama (NU), dari kondisi marginal menjadi arus utama atau mainstream gerakan sosial politik di Indonesia. Sebagai sahabat sekaligus lawan berpikir Gus Dur, mengakui Gus Dur sebagai anak bangsa yang telah berhasil memajukan pondok pesantren menjadi lebih terbuka serta mampu mendorong partisipasi pesantren dalam pembangunan nasional dan dunia Islam.

Pendeta AA Yewangoe (Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia – PGI):
Gus Dur adalah tokoh bangsa yang tidak tergantikan. Beliau sangat memerhatikan kerukunan umat beragama di Indonesia. “Ketika ada sebuah gereja yang izinnya dicabut wali kota. ”Beliau datang ke Kantor PGI untuk memberikan dukungan. Itu adalah salah satu bukti, beliau menginginkan semua orang di Indonesia memperoleh haknya, hak beribadah”. (Kompas.com)

Din Syamsuddin (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah):
Kepergian Gus Dur adalah kehilangan bagi umat Islam dan bangsa Indonesia. Betapapun, selama hidupnya Gus Dur menampilkan peran tertentu dan memberikan jasa berharga bagi bangsa. Banyak idenya yang bermanfaat, seperti tentang pengembangan kemajemukan dan penguatan demokrasi. (Kompas.com)

Irwandi Yusuf (Gubernur Provinsi AcehIrwandi)
Almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah salah seorang perintis perdamaian di provinsi ujung barat wilayah Indonesia itu. Saat menjabat Presiden ke-4 RI, Gus Dur juga melarang terjadinya peperangan dalam penyelesaian konflik di Aceh. Saat adanya gagasan penyelesaian Aceh secara damai, juga mendapat respon positif dari Gus Dur.

KH Hasyim Muzadi (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama):
Wafatnya Gus Dur merupakan kehilangan besar bagi warga NU dan bangsa. Gus Dur, yang merupakan mantan Ketua Umum PBNU, dinilai sebagai tokoh besar dalam NU. Bangsa Indonesia telah kehilangan dua hal besar dan mahal dengan meninggalnya Gus Dur, yaitu demokrasi dan humanisme. Humanisme Gus Dur benar-benar berangkat dari nilai-nilai Islam yang paling dalam. Tetapi, humanismenya itu melintasi agama, etnis, teritorial, dan negara. (Kompas.com)

A. Benny Susetyo Pr (Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia-KWI):
Gus Dur adalah tokoh yang sangat menghargai pluralisme dan kesatuan Indonesia. ”Terakhir, ia memesankan, fundamentalisme itu jangan dimusuhi, tetapi harus dicintai. Ini jelas menunjukkan kecintaannya pada kesatuan Indonesia. (Kompas.com)

Wimar Witoelar
Pandangan-pandangan hidup Gus Dur membuat rasa malu saya sebagai orang Indonesia diganti dengan dengan rasa bangga. Pandangan hidup beliau membuat saya menjadi lengkap. Pandangan hidup beliau lebih berharga dan lebih besar dari politisi-politisinya, pejabatnya, dan birokratnya. (Inilah.com)

Effendy Gozali (Pakar komunikasi politik UI) :
Sosok Gus Dur adalah komunikator terbaik Indonesia. Sama dengan sosok mantan Presiden AS Ronald Regan yang memiliki bahasa yang sederhana tapi maknanya sangat dalam. Gus Dur juga seorang intelektual pemikir besar yang banyak mendapat dukungan dari berbagai kalangan karena sifatnya yang selalu empati terhadap orang lain, Beliau juga memiliki indra keenam yang tidak dimiliki orang lain.

Anas Urbaningrum  (Politisi Partai Demokrat):
Wafatnya Gus Dur kehilangan terbesar bagi dunia Islam di Indonesia. Kehilangan mutiara bangsa yang tak tergantikan. Gus Dur tokoh yang contoh par excellence tentang berislam dan berindonesia secara pas. (Detik.com)

Bibit Samad Riyanto (Wakil Ketua KPK):
Banyak perubahan-perubahan yang telah dilakukan Gus Dur terhadap Indonesia. Salah satunya adalah membuat Istana Negara tak lagi menjadi tempat sakral. Gus Dur merupakan tokoh nasional dan negarawan yang berani melakukan perubahan.

Adnan Buyung Nasution (Anggota Dewan Pertimbangan Presiden) :
Gus Dur seorang tokoh demokrasi & cendekiawan terkemuka dan tokoh pluralisme. Peran dan sumbangsih Gus Dur sangat besar terhadap Bangsa, Menempatkan agama dengan proporsional dan mengharmonisasikannya dengan kehidupan beragama. Gus Dur telah memberi contoh hidup berdampingan yang demokratis kepada kita. (Detik.com)

Pramono Anung  (Wakil Ketua DPR) :
Gus Dur adalah tokoh pengusung kebebasan pers. Gus Dur juga yang membuka karakter istana menjadi lebih cair. Kita kehilangan orang yang mengutamakan kemajemukan.

Jimly Ashiddiqie (Mantan Ketua MK):
Gus Dur adalah sosok yang sungguh membuat terobosan demokrasi. Gus Dur kadang suka melawan arus, dan ini dibutuhkan dalam demokrasi. Kita perlu pemimpin seperti dia yang mampu menentukan arah bangsa. (Detik.com)

Luthfi Hasan Ishaaq (Presiden Partai Keadilan Sejahtera):
Seluruh keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama atas wafatnya Hadratussyech Abdurrahman Wahid. Abdurrahman Wahid merupakan seorang ulama dan tokoh nasional yang cukup berani dan terbuka dalam menyatakan berbagai pandangannya tentang Islam dan umat Islam. Dalam pandangannya yang sangat beragam itu, meskipun juga sering berbeda, PKS cukup bisa memahaminya. ”Pandangan beliau yang sangat beragam tentang Islam dan umat Islam itu kami hargai dan cukup bisa kami pahami”. (Kompas.com)

Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya):
Beliau mewariskan sifat inklusif dalam sosoknya. Sebagai pemimpin umat Islam, ia juga diterima banyak golongan. Sebagai guru bangsa, beliau bisa jadi pengayom bagi semua unsur di Indonesia. Hal itu yang membuat saya terkesan. Pemikirannya sangat berani walau kadang sulit diikuti. (Kompas.com)

Soetrisno Bachir (Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional):
Bangsa ini kehilangan tokoh demokrasi dan humanisme. Hingga saat ini, belum ada tokoh sekelas KH Abdurrahman Wahid yang telah berjasa membuka wawasan masyarakat. Kepergian Abdurrahman Wahid tidak hanya kepergian bagi kalangan Nahdliyin, tetapi juga seluruh bangsa Indonesia. Bangsa ini memang patut memberikan penghargaan bagi Gus Dur, tidak saja karena pernah menjadi presiden yang memimpin rakyat negeri ini, tetapi juga telah memberikan pencerahan bagi semua orang. ”Kita tidak pernah meragukan komitmen kebangsaan dan sikap toleransi Gus Dur,”. (Kompas.com)

Bhikku Sri Pannyavaro Mahathera (Kepala Sangha Theravada Indonesia):
”Saya merasakan ketulusan hati Gus Dur dalam setiap kesempatan bertemu dan berdiskusi dengan Beliau. Ketulusan itu sesuatu yang teramat mulia dari Gus Dur. Gus Dur adalah pribadi yang sangat menghargai setiap orang. Bagi Gus Dur, yang layak menjadi Bapak Bangsa, perbedaan adalah denyut kehidupannya. ”Kebajikan dan kearifan Gus Dur akan tetap bersama kita. (Kompas.com)

KH Ma’ruf Amin (Ketua Majelis Ulama Indonesia-MUI):
Gus Dur adalah seorang pejuang demokrasi yang cerdas. Ia berani dalam segala hal meskipun banyak yang tak sama pendapatnya dengan dia. Bila melakukan perubahan, jika menurut dia benar, tidak akan mau mengubah pendapatnya.Wafatnya Gus Dur adalah kehilangan besar bagi Bangsa Indonesia. Kehilangan seseorang yang peranannya besar dalam perubahan di Indonesia.

Amir Syamsuddin (Sekretaris Jenderal Partai Demokrat):
Gus Dur adalah orang besar yang dilahirkan di republik ini. ”Kita tidak bisa melupakan peranan Gus Dur yang terukir dalam sejarah sebagai tokoh yang menempatkan pluralisme, melindungi pluralisme, dan menghapus sekat-sekat. Dia pula yang berperan menghentikan dominasi militer.”Kita harus belajar dalam ketegasan bersikap dalam hal-hal seperti ini. Kalaupun ada kekurangan dalam dirinya, itu sangatlah tidak ada artinya dibandingkan peran dan jasanya. Dia putra terbaik. Dia harus ditempatkan di tempat yang terkemuka. (Kompas.com)

Ahmad Dhani (musisi):

Gus Dur terkenal dengan pluralisme, mengajarkan bagaimana pentingnya bertoleransi di Indonesia. Sebagai orang yang sering bersilaturahmi kepada Gus Dur, mendapat banyak pelajaran berharga. Beliau sangat sadar bahwa kemampuan yang hakiki hanya bisa diperoleh dengan toleransi. Pluralisme, itu saran Gus Dur untuk Indonesia. ((Sumtra Expres online)

M. Syafi’i Anwar (Direktur International Center for Islam and Pluralism (ICIP):
Sejak awal Gus Dur memihak kelompok minoritas. Komitmen itu ditujukkan dengan bukti sehingga Indonesia tetap menjadi negara plural. Karena itu sangat tepat jika Gus Dur mendapat gelar Bapak Pluralisme Indonesia. (Perspektif Online)

Para artis dan Bintang Sinetron:
Gus Dur adalah sosok cendikiawan muslim sejati, nasionalis namun berpikiran sangat “internasional”. Open minded dan demokratis!”, jelas dalam akun Twitternya. Cut Memey, Fedi Nuril, Sherina, Wulan Guritno dan Tika Pangabean juga ikut menyumbang ucapan bela sungkawa di Twitter pun turut berkabung untuk Gus Dur

Pasha ‘Ungu’ (Penyanyi):
Kita ikut berduka cita dan merasa kehilangan. Gus Dur adalah tokoh nasional yang luar biasanya. Bahkan tidak cukup menilai Gus Dur dengan kata luar biasa saja. (Okezone.com)

Wigiyanto (Satpam Kantor PBNU)
Gus Dur adalah sosok yang ramah terhadap semua orang. Semua dikasih kesempatan bertemu beliau, tidak ada perbedaan. (Okezone)

Anji ‘Drive’ (Penyanyi) :
Merasa sangat kehilangan tokoh yang sangat dikaguminya ini. Bagi Anji, Gus Dur adalah Tokoh Bangsa yang jujur dan ceplas ceplos. “Gus Dur itu orangnya pintar dan ceplas-ceplos, tapi justru yang ceplas – ceplos itu menunjukkan kejujurannya”. (vivanews.com)

Prof. Dr. Boediono (Wakil Presiden RI) :
Almarhum Gus Dur merupakan sosok pemersatu bangsa yang hingga kini belum tertandingi oleh siapa pun. “Kita benar-benar kehilangan seorang tokoh besar, tokoh pemersatu bangsa dalam sejarah modern Indonesia. Boediono menambahkan, saat ini sangat sulit untuk mencari tokoh-tokoh pemersatu bangsa seperti Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur.

Dr. Idrus Marham (Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya):
Siapa pun yang obyektif dan jujur pasti merasa kehilangan dengan wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. KH Abdurrahman Wahid adalah tokoh bangsa yang punya kontribusi besar bagi pengembangan demokratisasi di Indonesia. Gus Dur banyak mendorong lahirnya demokratisasi dan kemanusiaan di negeri ini. Banyak orang mengatakan, Gus Dur juga orang yang sering melawan arus. Namun, sesungguhnya Gus Dur justru membuat arus. Gus Dur membuat arus demokratisasi. Gus Dur membuat arus pluralisme di negeri ini. (Kompas.com)

Ratna Sarumpaet (Seniman sekaligus aktivis)
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai pahlawan budaya dan reformasi. “Dibandingkan semua presiden yang pernah atau yang tengah memimpin Indonesia, Gus Dur yang paling menjunjung budaya dan demokrasi. Gus Dur merupakan panutan bagi sebagian besar rakyat Indonesia. “Saya bernah-benar sedih, karena disaat bangsa kita tengah mengalami banyak permasalahan, kita kehilangan figur yang selama ini menjadi panutan”. (Kompas.com)

Sri Sultan Hamengku Buwono X (Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta-DIY):
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan tokoh pejuang pluralisme. Gus Dur selalu mengedepankan pentingnya kebersamaan antara mayoritas dan minoritas, antarsuku, dan antaragama agar bangsa Indonesia menjadi besar. Gus Dur yang juga salah seorang tokoh reformasi banyak meninggalkan kenangan sejarah  bagi bangsa dan generasi muda. (Kompas.com)

Vidi Aldiano (Penyanyi Muda)
Almarhum KH Abdurahman Wahid dinilai layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Beliau banyak menanamkan pondasi untuk bangsa Indonesia ke depan, tokoh yang akrab disapa Gus Dur itu sangat unik dan susah untuk dicari penggantinya. Gus Dur adalah orang sangat memiliki toleransi beragama yang tinggi. “Itu yang gue salut sama dia. Dia seorang muslim yang sangat toleran,”, kayaknya Indonesia cuma punya satu. Vidi juga selalu ingat lontaran kata-kata jenaka yang dilemparkan Gus Dur, sekalipun kondisi sedang serius. “Gitu aja kok repot,” pungkasnya. (Okezone.com)

Todung Mulya Lubis (Aktivis Forum Demokrasi):
Kita kehilangan sosok Negarawan yang memperjuangkan pluralitas bangsa. Seorang yang berjuang untuk moderasi dan toleransi sosial, beragama, dan berbangsa. Gus Dur adalah pilar pluralisme dan benteng bangsa melawan fundamentalisme. Gus Dur adalah seorang demokrat sejati yang menghormati lawan politiknya. (Kompas.com)

Pendeta AO Supit (Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa):
Umat Kristen Sulawesi Utara kehilangan atas wafatnya Gus Dur. ”Ia adalah tokoh perdamaian dan ’pahlawan’ minoritas. Kami benar-benar kehilangan. Belum ada tokoh setara Gus Dur,” kata Ketua Rabu (30/12) di Manado. Ia pergi meninggalkan semerbak melati. (Kompas.com)

Anggota Kaukus Parlemen Pancasila ini terdiri dari Eva Kusuma Sundari (PDIP), Rieke Diah Pitaloka (PDIP), Bambang Soesatyo (Golkar), M Romahurmuziy (PPP), Ahmad Muzani (Gerindra) dan Akbar Faizal (Hanura):
Gus Dur merupakan figur yang selama menjaga ide Bhinneka Tunggal Ika. Gus Dur adalah putra Republik dan tokoh dunia karena pikiran dan tindakannya mencerminkan kepentingan universal. Demi memberikan penghargaan atas kerja-kerja almarhum dan keberlangsungan ide-ide kebhinnekaan untuk memperkuat NKRI maka Kaukus Parlemen Pancasila mengusulkan kepada DPR dan pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada almarhum Gus Dur.

Leony (Penyanyi dan Pemain Sinetron):
KH. Abdurrahman Wahid adalah tokoh yang sangat apa adanya, enggak pernah berpura-pura. Ini yang membedakan Gus Dur dengan tokoh kebanyakan lainnya. Beliau adalah sosok yang low profile. Juga jasanya yang besar dalam mengakui keberadaan masyarakat Tionghoa di Tanah Air. “Hasilnya bisa dirasakan sekarang. (Kompas.com)

Dorce Gamalama (Penyanyi):
Di antara presiden yang sudah ada, dialah yang paling komplet, tidak ada yang bisa menggantikan dia terlepas dari kekurangan dia menjadi seorang presiden. “Saya sangat mengagumi sepak terjang dia. Pendapatnya luar biasa, yang kadang dianggap orang tidak masuk akal. Tapi menurut saya dia itu luar bisa. Dia dapat mengayomi umat. Sosok Gus Dur baginya adalah seorang kyai yang sangat luar biasa dan seorang tokoh agama yang humanis. Gus Dur adalah sosok yang luar biasa. “Saya betul-betul kehilangan sosok beliau, dia segalanya buat saya, guru, ulama, penasihat saya.

Charlie ‘ST12′  (Penyanyi):
Meski dicaci dan dicela saat menjadi Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid tetap sosok pintar dan lucu, serta bersahaja (Okezone.com)

Banyu Biru (Seniman):
Gus Dur adalah figur yang menyatukan bangsa. Beliau menjadi presiden yang bisa menyatukan perbedaan yang ada. Apapun bentuk penghargaan layak untuk beliau. Seluruh masyarakat Indonesia kehilangan guru bangsa.

Fadli Zon (Wakil Ketua Umum Gerindra)
Gus Dur adalah manusia multi-dimensi. Seorang kyai, seniman, budayawan, pemerintah. Manusia yang langka. Di balik sosoknya yang suka bergurau dan bercanda sebenarya berusaha memberikan nasehat. Karena di balik gurauannya tersebut ada makna yang terkandung di dalamnya. Orang seringkali hanya melihat luarnya saja. Padahal apa yang disampaikan itu dalam dan merupakan suatu kegalauan.

Kak Seto (Pemerhati Anak)
Gus Dur terkenal bukan hanya kepeduliannya dengan kaum minoritas, juga sangat peduli dengan anak-anak. Pandangan yang sangat luas dan keberanian mempertahankan kebenaran. Dan kebenaran itu juga akhirnya di yakini oleh masyarakat. Beliau adalah tokoh bangsa dengan pemikiran yang khas dan otentik dan unik. Kami pernah sama-sama memperjuangankan sekolah Sang Timur yang akan ditutup karena masalah SARA. Beliau maju paling depan untuk menyadarkan masyakarat dan membela anak-anak yang bukan dari kalangan muslim.

Frans Lebu Raya (Gubernur Nusa Tenggara Timur-NTT)
Saya sependapat jika Gus Dur dinobatkan sebagai pahlawan Demokrasi karena semasa hidupnya, almarhum telah banyak menghabiskan waktunya untuk berjuang membangun masyarakat bangsa ini. Kepergian Gus Dur membawa kesedihan bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya rakyat NTT yang selama ini memandang Gus Dur sebagai tokoh pemersatu.

Giring ‘Nidji’ (Penyanyi):
Terpesona dengan sosok Gus Dur, beliau merupakan pria yang brilian. Gus Dur telah memberikan pelajaran tentang kehidupan toleransi yang baik. Gus Dur juga seorang diplomat ulung.

Inul Daratista (Penyanyi dangdut):
Mengaku menyesal karena tak sempat menjenguk Gus Dur, yang tengah sakit hingga meninggal dunia. Karena, biasanya jika Gus Dur sakit, dia selalu menjenguk. Bagi Inul, Gus Dur sudah dia anggap seperti orangtuanya sendiri. Karena selama di Jakarta, Gus Dur lah yang melindungi dirinya dari pencekalan ormas-ormas Islam. Bahkan, di tengah kuatnya cobaan itu, Gus Dur lah yang memberikan nasihat agar dirinya tetap tegar.

Mochammad Jasin (Wakil Ketua KPK)
Gus Dur pelopor perubahan di kalangan generasi muda, pencetus ide-ide baru menerobos pembatasan hak-hak azasi manusia dan sakralisme posisi Presiden, menghiasi kebebasan alam demokrasi dengan membuka kebebasan untuk mengkritik.

Muhaimin Iskandar  (Ketua Umum PKB):
”Beliau itu ayah, guru, dan pemimpin yang selalu mendidik dengan berbagai caranya agar kita selalu mandiri dan kuat. Gus Dur memang guru segala hal. Cara hidupnya sederhana serta selalu memberikan keteladanan dan pengayoman kepada semua. Dalam politik, lanjutnya, Gus Dur selalu menanamkan untuk mengayomi, menghormati, dan mencintai sesama. (Kompas.com)

Andi Arief (Mantan Aktivis PRD):
Desakan agar Gus Dur diangkat sebagai pahlawan nasional layak dipertimbangan pemerintah. Namun yang lebih penting lagi, harus ada rehabilitasi bahwa Gus Dur jatuh dari kepemimpinan nasional bukan karena kasus tertentu.

* (Dari berbagai sumber)

Opini, Tajuk Selengkapnya

Page 1 of 1812345...Last »